Selain itu, korban luka-luka dari WNI juga bertambah menjadi 3 orang.
Informasi ini menimbulkan gelombang empati di Tanah Air sebab banyak dari mereka adalah pekerja migran yang mencari nafkah untuk keluarga.
Kabar ini bukan hanya angka, tapi kisah manusia yang telah berpulang di negeri rantau.
Sebaran korban luka mencapai 79 orang
Tragedi berskala besar ini membuat sistem kesehatan Hong Kong harus bekerja ekstra.
Baca Juga: Informasi Jadwal, Rute dan Tarif Kapal Pelni KM Labobar Periode Desember 2025
Sebanyak 79 korban luka, dari ringan hingga kritis, dilarikan ke total 15 rumah sakit berbeda yang tersebar di seluruh kota.
Distribusi ini dilakukan untuk mencegah satu fasilitas medis kewalahan menangani korban dengan kondisi serupa.
Pemindahan pasien dilakukan secara cepat mengingat sebagian mengalami luka bakar serius dan gangguan pernapasan akibat menghirup asap pekat.
Setiap rumah sakit pun membuat unit tanggap darurat khusus untuk mempercepat penanganan.
Sampai hari ini, otoritas kesehatan masih terus memantau perkembangan kondisi para korban, termasuk tiga WNI yang mengalami luka dan masih dalam pengawasan intensif.
Situasi ini menggambarkan betapa dahsyatnya dampak kebakaran tersebut.
Baca Juga: Catat! Info Jadwal, Rute dan Tarif Kapal Pelni KM Pangrango Periode Desember 2025
KJRI Hong Kong membentuk tim khusus untuk pemulangan jenazah WNI
Di tengah situasi penuh duka ini, KJRI Hong Kong langsung membentuk Tim Family Engagement untuk mendampingi keluarga korban.