Dengan konsep layanan cepat ini, Polri ingin membuat masyarakat merasa lebih aman dan tidak kecewa.
Jika optimal, 110 bisa menjadi wajah baru Polri yang lebih responsif.
Barcode Propam di Mana-Mana
Tak hanya memperbaiki respons, Polri juga membuka pintu selebar-lebarnya bagi masyarakat untuk mengawasi kinerja anggotanya.
Baca Juga: Lencana Polri di Mobil Kurir Ekstasi, Misteri Baru di Balik Jaringan Narkoba Lintas Provinsi
Listyo mengungkapkan bahwa Propam telah menyebar barcode di berbagai tempat umum.
“Begitu masyarakat melihat ada polisi yang mungkin melakukan pelanggaran bisa langsung lapor.”katanya.
Barcode ini bisa ditemukan di halte, hotel, lift, hingga fasilitas publik lain semacam “tombol darurat moral” untuk menegur polisi yang melanggar aturan.
Konsep ini membuat masyarakat tidak lagi harus bingung mencari kantor Propam atau menebak prosedur pelaporan.
Dengan sekali scan, laporan langsung masuk dan wajib ditindaklanjuti.
Polri menyebut langkah ini sebagai bentuk transparansi dan komitmen untuk memperbaiki diri.
Wakapolri Akui Masyarakat Memang Lebih Percaya Damkar
Baca Juga: BRI Gaspol Diversifikasi Dari Payroll, KPR Tier-1, hingga Layanan Bank Emas Lewat Super App Tring
Pengakuan lain datang dari Wakapolri, Komjen Dedi Prasetyo, yang menyebut standar quick response Polri masih jauh dari ideal.
“Standar PBB itu di bawah 10 menit, kami masih di atas 10 menit,” katanya dalam RDP bersama Komisi III.