nasional

Dari Surabaya ke Jakarta, Suhu Politik PBNU Menghangat: Fakta Lengkap Bantahan Gus Yahya!

Minggu, 23 November 2025 | 14:43 WIB
Dari Surabaya ke Jakarta, Suhu Politik PBNU Menghangat: Fakta Lengkap Bantahan Gus Yahya! (Menyoroti isu pemakzulan Ketum PBNU, Yahya Cholil Stafuq. (Instagram.com/@yahyacholilstafuq))

Di belahan panggung yang lain, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin angkat suara.

Dengan gaya khas politisi kawakan, ia memilih langkah aman tidak condong ke mana-mana dan menjaga ruang organisasi.

"Kita tunggu saja biarkan proses internal mereka berlangsung," ujarnya di Depok.

Baca Juga: Gibran’s Black Paper, Ketika Roy Suryo Membuka Bab Baru dalam Drama Politik Tanah Air

Pesan singkat namun dalam itu menunjukkan ia ingin menghormati mekanisme internal PBNU.

Cak Imin juga menambahkan harapan sederhana namun penuh makna, "Moga-moga akan ada keputusan yang terbaik untuk NU."

Konsistensinya menjaga netralitas membuat reaksinya terasa lebih seperti suara penyejuk ketimbang bensin ke dalam api.

Sikapnya yang tidak menilai substansi polemik dapat dibaca sebagai ajakan untuk meredam tensi.

Rapat Harian Syuriyah: Kehadiran, Isi Keputusan, dan Mengapa Ini Jadi Kontroversial

Rapat yang menjadi sumber kontroversi itu digelar pada 20 November 2025 di Jakarta, dihadiri 37 dari 53 pengurus harian Syuriyah PBNU.

Risalah rapat memuat lima poin keputusan termasuk menyerahkan kewenangan final kepada Rais Aam dan dua wakil Rais Aam.

Dari musyawarah itu muncul keputusan meminta Gus Yahya mundur dalam tiga hari.

Baca Juga: Erupsi Semeru Reda Tantangan Distribusi Bantuan Justru Menguat, Ini Kata Pemkab Lumajang

Keputusan-keputusan ini kemudian menyebar ke publik dan menyalakan perdebatan mengenai legitimasi dan kewenangan.

Sebagian pihak mempertanyakan apakah keputusan sebesar itu memang sah secara AD-ART.

Halaman:

Tags

Terkini