KLIK SAJA - BRI lewat Rumah BUMN kembali membuktikan bahwa pemberdayaan UMKM tak hanya berhenti di meja pelatihan, tapi benar-benar meresap sampai ke dapur produksi para pelaku kreatif.
Pundi Craft, pelaku kerajinan asal Jakarta Barat, adalah salah satu contoh bagaimana sebuah usaha bisa naik kelas ketika pendampingan dilakukan dengan tekun dan manusiawi.
Produk mereka dari dekorasi rumah hingga merchandise tumbuh lewat sentuhan desain yang beragam dan penuh karakter.
Di balik perkembangan itu ada cerita perjalanan panjang, disiplin, dan cinta pada kerajinan yang terus dijaga.
Pelaku UMKM sering kali hanya butuh ruang untuk bersandar, dan Rumah BUMN menjadi salah satu pangkalan yang memberi arah.
Dari sinilah cerita Pundi Craft berkembang, bukan sekadar sebagai usaha, tetapi sebagai jejak kreativitas yang tertata rapi.
Akar Keterampilan Dewi Wardah yang Tumbuh dari Masa Sekolah Hingga Menjadi Identitas Usaha
Pemilik Pundi Craft, Dewi Wardah, menjalani perjalanan panjang yang dimulai dari keterampilan otodidak sejak sekolah.
Bakatnya terasah pelan tapi pasti, dibantu latar belakang pendidikan seni rupa yang kemudian menjadi fondasi kuat dalam merancang produk.
“Sejak masa sekolah saya sudah terbiasa membuat kerajinan secara otodidak karena memiliki bakat keterampilan. Mulai menjalankan usaha secara profesional sejak 1985 dengan memproduksi souvenir pernikahan, lalu kemampuan saya semakin terasah melalui latar belakang pendidikan seni rupa. Selama bertahun-tahun, berbagai produk saya buat tanpa menggunakan merek hingga akhirnya resmi menggunakan brand Pundi Craft pada 1993”, ujar Dewi Wardah.
Baca Juga: 1,2 Juta AgenBRILink Jadi Penopang Ekonomi Desa, Transaksi Tembus Rp1.294 Triliun
Perjalanan panjang ini menunjukkan bahwa kreativitas bukan soal cepat terkenal, tapi soal menjaga ritme dan konsistensi.
Setelah 1993, identitas Pundi Craft mulai terbentuk lebih solid. Dari sinilah ia mulai melangkah lebih jauh, terhubung dengan perajin lain, mengikuti pelatihan, dan membuka pintu baru untuk pertumbuhan.