nasional

Harapan, Air Mata, dan Terima Kasih: Cerita Keluarga Pahlawan Nasional di Istana Negara

Selasa, 11 November 2025 | 14:25 WIB
Harapan, Air Mata, dan Terima Kasih: Cerita Keluarga Pahlawan Nasional di Istana Negara (Keluarga Soeharto, Gus Dur, Marsinah, dan Rahmah El Yunusiyah ucapkan terima kasih atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional 2025.)

Tak kalah bermakna, keluarga mendiang Rahmah El Yunusiyah, tokoh pendidikan perempuan asal Padang Panjang, juga menyampaikan rasa syukur.

Rahmah dikenal sebagai pendiri Diniyah Putri sekolah khusus perempuan pertama di Indonesia dan Asia Tenggara.

Ahli warisnya, Fauzia Fawziah Muhammadin, menuturkan, “Kami berterima kasih kepada pemerintah Indonesia, khususnya kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah memberikan anugerah ini.”

Penghargaan ini dianggap sebagai pengakuan terhadap kiprah Rahmah dalam memperjuangkan pendidikan dan kesetaraan bagi perempuan.

Baca Juga: Informasi Jadwal & Tarif Tiket Kapal Dharma Lautan Utama Rute Banjarmasin Ke Surabaya Periode 15-29 November 2025

Sosoknya kini sejajar dengan pahlawan bangsa lainnya yang berjasa dalam membangun karakter dan martabat Indonesia.

Sepuluh Nama Pahlawan Nasional Baru: Dari Gus Dur hingga Sultan Salahuddin

Presiden Prabowo Subianto secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh yang dianggap berjasa luar biasa bagi bangsa.

Penganugerahan ini tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 116/TK/Tahun 2025.

Baca Juga: Dana Rp4,4 Triliun Mengalir ke Rakyat, Ini Cara BRI Perkuat Kesejahteraan Indonesia!

Mereka adalah K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Jenderal Besar H.M. Soeharto, Marsinah, Prof. Mochtar Kusumaatmadja, Rahmah El Yunusiyah, Jenderal (Purn) Sarwo Edhie Wibowo, Sultan Muhammad Salahuddin, Syaikhona Kholil, Tuan Rondahaim Saragih, dan Zainal Abidin Syah.

Masing-masing memiliki kisah perjuangan yang unik dan kontribusi besar terhadap Indonesia di bidangnya.

Momentum ini menjadi pengingat bahwa perjuangan untuk bangsa datang dari berbagai latar militer, ulama, akademisi, hingga buruh dan pendidik perempuan.***

Halaman:

Tags

Terkini