Salah satu keluhan terbesar warga New York adalah tingginya biaya perumahan.
Dalam rencananya, Mamdani mengusulkan pembekuan sewa selama empat tahun bagi satu juta unit apartemen yang telah distabilkan sewanya.
Namun program keterjangkauan yang ia usung tidak berhenti di situ.
Ia juga mengajukan gagasan unik berupa jaringan toko bahan makanan milik pemerintah kota di lima wilayah New York, memperluas enam toko yang sudah ada agar warga bisa berbelanja dengan harga lebih murah.
Para pengkritik menilai gagasan ini mengabaikan kompleksitas rantai pasokan pangan, tetapi Mamdani bersikeras bahwa pemerintah kota harus lebih aktif dalam menekan biaya hidup.
Ia juga berencana menggratiskan bus umum — yang saat ini bertarif $2,90 — serta meningkatkan kecepatannya.
Selain itu, ia ingin menurunkan biaya penitipan anak, mengutip pengalaman teman-temannya yang terpaksa pindah dari kota karena biaya hidup yang melambung.
Untuk membiayai program-programnya, Mamdani berencana menaikkan pajak korporasi.
Salah satu pilar utama platform Mamdani adalah pembentukan Departemen Keamanan Komunitas, yang akan memperluas layanan kesehatan mental kota dan menciptakan sistem dukungan bagi pekerja sosial serta tenaga kesehatan jiwa.
Sikap Politik Global
Mamdani dikenal karena dukungannya terhadap rakyat Palestina dan kritiknya yang keras terhadap Israel, melampaui sebagian besar politisi Demokrat arus utama.
Sebagai anggota majelis, ia pernah mengajukan RUU untuk mencabut status bebas pajak bagi lembaga amal di New York yang memiliki keterkaitan dengan permukiman Israel yang dianggap melanggar hukum hak asasi manusia internasional.
Ia menyatakan bahwa Israel telah melakukan genosida di Gaza, merupakan negara apartheid, dan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu seharusnya ditangkap. Israel dengan tegas menolak tuduhan tersebut.
Mamdani juga menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi antisemitisme di New York City, dan berjanji akan meningkatkan pendanaan untuk memerangi kejahatan kebencian jika terpilih.***