KLIK SAJA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk terus berperan aktif dalam misi kemanusiaan global.
Sebagai langkah nyata, pemerintah menyiapkan pesawat angkut berat Airbus A400M untuk menjalankan misi kemanusiaan dan evakuasi medis di Gaza, Palestina.
Menurut Prabowo, diplomasi kemanusiaan bukan sekadar simbol politik luar negeri, melainkan bentuk rasa terima kasih bangsa Indonesia kepada komunitas internasional yang pernah memberikan bantuan saat negeri ini menghadapi masa-masa sulit, seperti bencana di Aceh dan Palu.
Pernyataan tersebut disampaikan usai penyerahan simbolis pesawat A400M kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Senin (3 November 2025).
Baca Juga: Informasi Jadwal & Harga Tiket Kapal Pelni KM Nggapulu Bulan November 2025, Lengkap Link Resminya!
Prabowo juga mengingatkan bahwa solidaritas global merupakan kekuatan penting dalam menjaga perdamaian dan kemanusiaan di tengah krisis dunia.
“Ingat waktu kita peristiwa tsunami di Aceh, banyak negara datang bantu kita. Waktu kita ada masalah di Sulawesi Tengah, di Palu juga banyak negara bantu kita,” jelasnya.
Prabowo menilai bahwa semangat solidaritas tersebut kini harus dibalas dengan langkah konkret. Indonesia, katanya, adalah bagian dari komunitas dunia yang memiliki tanggung jawab moral untuk membantu negara-negara lain ketika mereka berada dalam kesulitan.
“Jadi kita juga sebagai bagian dari komunitas dunia, kita harus juga bantu negara-negara dalam kesulitan,” ungkapnya.
Baca Juga: Kolaborasi IFG Bersama Lembaga Negara Warnai Synergy Day 2025 dengan Semangat 'Respect Connect Us'
Sejak awal masa kepemimpinannya, Prabowo menempatkan isu kemanusiaan sebagai prioritas penting dalam politik luar negeri Indonesia. Dari penyaluran bantuan pangan untuk masyarakat dunia hingga pengiriman tim medis dan pasukan perdamaian.
Ia mencontohkan beberapa misi yang pernah dilakukan Indonesia dalam merespons bencana besar di luar negeri.
“Waktu Turki gempa bumi besar, kita juga kirim dua hercules, dan kita siap waktu itu kirim kapal,” ujarnya.
“Kita sekarang masih ada tim kesehatan di Gaza, bersama UAE. Masih ada di situ,” pungkasnya.***