Pihak kepolisian kini fokus mencari pelaku pengirim pesan yang diduga berasal dari luar negeri.
Nomor berkode +234 menjadi petunjuk utama yang sedang dianalisis oleh Direktorat Siber.
“Kami melakukan langkah-langkah penyelidikan secara intensif untuk mengungkap pelaku yang mengirimkan pesan teror bom ini,” tegas Victor.
Ia juga mengimbau masyarakat dan pihak sekolah untuk tidak panik serta menyerahkan penanganan kepada aparat.
Di sisi lain, hingga kini, tidak ada temuan bom di seluruh lokasi yang diteror.***