“Kapasitas ruang rawat sudah penuh, jadi kami membuka posko darurat tambahan di SD II Soe,” ujarnya. Ia juga mengimbau masyarakat agar segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat jika muncul gejala seperti muntah, diare, atau sesak napas setelah mengonsumsi makanan MBG.
Salah satu orang tua siswa, Lodia Kase, mengaku panik setelah mendapat kabar anaknya muntah-muntah di sekolah.
“Beta pu anak tadi video call, bilang sudah muntah-muntah, jadi beta langsung lari bawa datang di sini (RSUD Soe),” tutur Lodia dengan wajah cemas.
Insiden ini kini tengah diselidiki lebih lanjut oleh pihak kepolisian dan dinas kesehatan setempat untuk memastikan sumber pasti penyebab keracunan massal tersebut.***