Penting pula untuk memastikan bahwa penyediaan makanan bukan hanya soal kuantitas, tetapi juga kualitas yang layak.
Selain itu, perhatian khusus perlu diberikan kepada wilayah terpencil dan terluar, karena siswa di daerah tersebut jauh lebih membutuhkan dukungan gizi yang memadai.
Permasalahan kasus MBG bukan sekedar ada unsur HAM atau tidak, namun harus selalu dievaluasi dan dimonitoring, apakah program ini benar-benar efektif bagi pelajar, mengingat anggarannya tidak kecil.
Maka dengan langkah-langkah itu, program MBG dapat benar-benar menjadi solusi peningkatan gizi anak bangsa, bukan sebaliknya menjadi masalah baru.***