nasional

Misi Diplomasi Lintas Benua: Sekretaris Kabinet Ungkap Agenda Padat Presiden di Jepang hingga Belanda

Minggu, 28 September 2025 | 10:13 WIB
Misi Diplomasi Lintas Benua: Sekretaris Kabinet Ungkap Agenda Padat Presiden di Jepang hingga Belanda (Presiden Prabowo telah menyelesaikan sejumlah kunjungan negara dalam sepekan terakhir. (Instagram/presidenrepublikindonesia))

Indonesia mendapat giliran ketiga di podium, setelah Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva dan Presiden AS Donald Trump.

Pidato Prabowo disebut mendapat sambutan positif dari para pemimpin dunia.

“Berani, tegas, konkret. Presiden AS hadir, PM Kanada, Raja Belanda, bahkan Presiden Macron menelpon langsung untuk menyampaikan apresiasi,” ungkap Teddy.

Selain itu, Prabowo juga bertemu Presiden FIFA Gianni Infantino. Dalam pertemuan itu, FIFA menegaskan dukungan terhadap pengembangan akademi sepak bola muda Indonesia sekaligus memastikan netralitas dalam laga kualifikasi Piala Dunia yang akan diikuti timnas Indonesia pada Oktober mendatang.

Kanada: Perjanjian Ekonomi Komprehensif

Dalam kunjungannya ke Kanada, Prabowo menandatangani Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Kanada.

Baca Juga: Usut Tuntas Pelaksana Program MBG: Setelah Pecahan Kaca Ditemukan dalam Jatah Makanan Siswa

Perjanjian ini diyakini membuka peluang besar bagi produk dalam negeri.

“Sekitar 90,5% tarif barang Indonesia akan dihapus Kanada. Dampaknya akan sangat positif bagi perdagangan dan ekspor Indonesia,” jelas Teddy.

Meski singkat, kunjungan itu mencakup pertemuan dengan Gubernur Jenderal Mary Simon dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney.

Belanda: Pengembalian Artefak Bersejarah

Baca Juga: Optimalisasi E-Channel Jadi Fondasi Bank Besar, BRI Buktikan Dominasi Transaksi Digital Mendekati Angka Sempurna

Negara terakhir yang dikunjungi adalah Belanda. Presiden Prabowo diterima Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima di Istana Huis ten Bosch.

Pertemuan bilateral menghasilkan kesepakatan pengembalian sekitar 30.000 benda bersejarah asal Indonesia, termasuk artefak Jawa, fosil, dan dokumen penting.

“Raja Belanda sudah menyetujui pengembalian itu. Prosesnya segera ditindaklanjuti oleh Menteri Kebudayaan, karena ini sebenarnya sudah dibicarakan lama,” tutur Teddy.***

Halaman:

Tags

Terkini