nasional

Gantikan Sri Mulyani, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Curi Perhatian dengan Gaya Khas Batik Biru-Cokelatnya

Rabu, 17 September 2025 | 14:26 WIB
Gantikan Sri Mulyani, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Curi Perhatian dengan Gaya Khas Batik Biru-Cokelatnya (Menyoroti gaya pakaian serupa yang dikenakan Menkeu RI, Purbaya Yudhi Sadewa di berbagai momen berbeda. (Dok. Kemenkeu))

KLIK SAJA - Menteri Keuangan baru, Purbaya Yudhi Sadewa, kini menjadi sorotan publik setelah ditunjuk Presiden Prabowo Subianto untuk menggantikan Sri Mulyani.

Tidak hanya kebijakan fiskalnya, gaya berpakaian Purbaya juga menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Pada beberapa kesempatan, Purbaya terlihat mengenakan batik bercorak biru-cokelat yang seolah menjadi ciri khasnya.

Penampilannya ini menarik perhatian banyak warganet.

Baca Juga: Sambut HUT Ke-130, BRI Gelar “Creator Fest 2025” sebagai Wadah Kreativitas dan Komunikasi Inklusif dengan Masyarakat

Ia kerap memakai batik andalannya ini dalam berbagai acara resmi maupun saat rapat kerja bersama DPR, berikut ulasannya:

1. Saat Purbaya Kritik Rocky Gerung

Dalam pidatonya di acara Great Institute Lecture di Jakarta, pada Minggu, 14 September 2025, Purbaya kedapatan memakai outfit batik bercorak biru-cokelat andalannya.

Saat itu, sang Menkeu RI sempat menjadi sorotan saat dirinya melontarkan usai dirinya melontarkan kritik kepada pengamat politik Rocky Gerung hingga membuat ruangan riuh dengan tawa para tamu undangan.

Mulanya, Menkeu Purbaya menyoroti kebijakan moneter ketat yang menurutnya menjadi salah satu penyebab berkurangnya peredaran uang di masyarakat.

Pria kelahiran Bogor itu menilai, hal itu menimbulkan tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga: Info Pencari Kerja Surabaya! Yuk Ikutan Job Fair 2025 Oleh Disnakertrans Jatim, Catat Waktu dan Syaratnya!

Purbaya secara blak-blakan menyinggung peran lembaga internasional seperti IMF maupun kebijakan Bank Indonesia.

“Ketika uang yang beredar terlalu sedikit, konsumsi melemah, investasi tertahan, dan akhirnya ekonomi tidak bisa tumbuh optimal. Ini yang pernah terjadi di era Presiden Jokowi, dan kini kembali dirasakan di era Presiden Prabowo,” jelasnya.

Halaman:

Tags

Terkini