nasional

Ekonomi Kreatif Indonesia Lampaui Target, Investasi Tembus Rp90,1 Triliun pada Semester I 2025 sebagai Bukti Kepercayaan Investor

Sabtu, 6 September 2025 | 23:45 WIB
Ekonomi Kreatif Indonesia Lampaui Target, Investasi Tembus Rp90,1 Triliun pada Semester I 2025 sebagai Bukti Kepercayaan Investor (Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya (tengah) menyebut investasi sektor ekonomi kreatif tembus Rp90,1 triliun pada semester I 2025. (ekraf.go.id))

KLIK SAJA - Sektor ekonomi kreatif Indonesia menunjukkan kinerja yang sangat positif.

Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) mencatat bahwa nilai investasi pada semester pertama tahun 2025 mencapai angka Rp90,1 triliun.

Angka ini merupakan lonjakan signifikan jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya, yang hanya sebesar Rp64,22 miliar.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menilai tren kenaikan investasi ini sebagai bukti kepercayaan para investor terhadap ekosistem ekonomi kreatif nasional.

Baca Juga: Bukan Sekadar Radio, RRI Lahir dari Komitmen untuk Mengemban Tugas Penting dalam Revolusi Nasional Indonesia

Riefky menambahkan, dengan target jangka menengah mencapai Rp152,3-Rp183,7 triliun pada 2029, peningkatan ini mencerminkan daya saing ekosistem ekonomi kreatif Indonesia yang semakin kuat.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang diolah oleh Kementerian Ekraf, Singapura tercatat sebagai penyumbang terbesar investasi asing dengan Rp18,65 triliun.

Dari dalam negeri, DKI Jakarta menjadi magnet utama dengan nilai investasi naik dari Rp18,14 triliun pada 2024 menjadi Rp25,97 triliun pada 2025.

Dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR, Teuku Riefky juga menegaskan pentingnya mendorong ekraf sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional.

Program Setahun Bekerja Bergerak Berdampak, disebut menjadi pijakan awal penguatan kontribusi ekonomi kreatif dari berbagai daerah.

Kementerian Ekraf menargetkan empat indikator utama hingga 2029, yaitu pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), nilai ekspor, penyerapan tenaga kerja, serta peningkatan investasi.

Baca Juga: TNI Bantah Anggota Intel Tidak Terlibat Aksi Demonstrasi Berujung Kerusuhan

Tahun 2024, PDB ekraf tumbuh 5,69 persen dan diproyeksikan mencapai 6,12 persen pada 2029.

Sementara itu, ekspor subsektor ekraf pada Semester I 2025 sudah mencapai USD 13 miliar, dengan dominasi fesyen senilai USD 7,09 miliar, kriya USD 5,01 miliar, dan kuliner USD 767 juta.

Halaman:

Tags

Terkini