Portofolio ini terdiri oleh social loan yang mencapai Rp715,5 triliun, pembiayaan hijau atau green loan sebesar Rp86,9 triliun, serta investasi pada ESG-based corporate bonds senilai Rp5,4 triliun.
Dengan demikian, BRI tidak hanya menciptakan nilai ekonomi dan memberikan dampak finansial kepada nasabah, namun juga berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia terutama pada Goals No. 8 – Decent Work and Economic Growth dan Goals No. 11 – Sustainable Cities & Communities melalui integrasi prinsip keberlanjutan dalam strategi pembiayaan dan model bisnis Perseroan.
Selain penyaluran kredit dan melakukan investasi, BRI juga menerbitkan instrument pendanaan seperti Sustainability Bond, Green Bond, Social Bond, dan instrument pendanaan lainnya yang berbasis sustainability.
Kemudian hingga triwulan kedua tahun 2025, portofolio sustainable funding BRI mencapai 65,65% dari total seluruh wholesale funding yang berhasil dikumpulkan.
Dalam menerbitkan obligasi berbasis keberlanjutan, BRI mengikuti standar yang berlaku, termasuk POJK No. 60 tahun 2017 (yang diperbarui dengan POJK No. 18 tahun 2023) dan pedoman internasional dari International Capital Market Association (ICMA).
BRI juga sangat memperhatikan dampak dari penyaluran dana yang diperoleh melalui penerbitan instrumen pendanaan berbasis keberlanjutan.
Dana dari obligasi hijau dan obligasi sosial ini disalurkan ke berbagai sektor berkelanjutan.
Contohnya, untuk Energi Terbarukan melalui pembiayaan pembangkit listrik tenaga air, Pemanfaatan Lahan Berkelanjutan lewat pembiayaan ke sektor kelapa sawit bersertifikasi, serta Penciptaan Lapangan Kerja dan Peningkatan Kesejahteraan Sosial Ekonomi melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kupedes.***