Menurut Ketua Tim Evakuasi BTNGR, Gede Mustika, korban mengalami patah tulang dan pendarahan di kepala.
Namun, belum diketahui secara pasti penyebab dan tingkat keparahan cedera kepala tersebut.
Sementara itu, Kantor SAR Mataram mengonfirmasi bahwa operasi penyelamatan melibatkan berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, BPBD, Damkar, Unit SAR Lombok Timur, serta para relawan, porter, dan pemandu lokal.
Kejadian ini menjadi pengingat penting akan bahaya pendakian, bahkan bagi mereka yang berpengalaman.
Koordinasi lintas lembaga dan kesiapsiagaan petugas terbukti menjadi kunci keberhasilan dalam misi penyelamatan kali ini.
Gunung Rinjani, dengan segala keindahannya, tetaplah medan yang menuntut kewaspadaan dan persiapan yang matang.***