nasional

Polisi Thailand Ungkap Skandal Seksual 9 Biksu Disertai Pemerasan

Rabu, 16 Juli 2025 | 20:08 WIB
Ilustrasi Biksu Thailand (sky news)

KLIK SAJA - Polisi Thailand telah menangkap seorang wanita yang diduga melakukan hubungan seksual dengan sejumlah biksu, kemudian menggunakan foto dan video dari perbuatan tersebut untuk memeras mereka.

Wanita yang oleh polisi disebut sebagai “Nona Golf” ini diketahui telah melakukan hubungan intim dengan sedikitnya sembilan biksu, demikian disampaikan dalam konferensi pers pada hari Selasa lalu.

Polisi memperkirakan ia telah menerima sekitar 385 juta baht selama tiga tahun terakhir dari para korbannya.

Dalam penggeledahan di rumahnya, penyidik menemukan lebih dari 80.000 foto dan video yang digunakan untuk memeras para biksu, kata juru bicara kepolisian.

Skandal ini menjadi yang terbaru yang mengguncang lembaga Buddhis Thailand yang sangat dihormati, namun dalam beberapa tahun terakhir telah dilanda berbagai tuduhan terkait pelanggaran seksual dan perdagangan narkoba oleh para biksu.

Polisi mengungkapkan bahwa kasus ini pertama kali terungkap pada pertengahan Juni, ketika seorang kepala biara di Bangkok secara mendadak keluar dari kehidupan kebiaraan setelah diperas oleh seorang wanita.

Menurut penyelidikan, Nona Golf menjalin hubungan dengan biksu tersebut pada Mei 2024. Ia kemudian mengaku hamil dan menuntut tunjangan anak lebih dari tujuh juta baht.

Otoritas kemudian menemukan bahwa beberapa biksu lainnya juga telah mentransfer uang kepada Nona Golf dengan pola pemerasan serupa, yang oleh polisi disebut sebagai modus operandinya.

Polisi menambahkan bahwa hampir seluruh uang hasil pemerasan telah ditarik tunai, dan sebagian telah digunakan untuk judi online.

Saat menggeledah rumah Nona Golf awal bulan ini, polisi menyita ponselnya dan menemukan lebih dari 80.000 foto dan video yang digunakan untuk memeras para biksu.

Ia kini menghadapi berbagai dakwaan, termasuk pemerasan, pencucian uang, dan penerimaan barang hasil kejahatan.

Polisi Thailand juga telah membuka jalur pengaduan khusus bagi masyarakat untuk melaporkan biksu yang berperilaku menyimpang.

Skandal ini mendorong Dewan Tertinggi Sangha — badan pengatur agama Buddha di Thailand — untuk membentuk komite khusus guna meninjau kembali peraturan kebiaraan.

Pemerintah Thailand juga mendorong penerapan sanksi yang lebih tegas terhadap pelanggaran kode etik kebiaraan, termasuk denda dan hukuman penjara bagi biksu yang melanggar.

Halaman:

Tags

Terkini