nasional

Mirip Walid! Pimpinan Ponpes di Kangean Perkosa 10 Santriwati, Sempat Kabur dan Ditangkap di Situbondo

Minggu, 15 Juni 2025 | 07:28 WIB
Tersangka pemerkosaan santriwati di Kangean (inews)

KLIK SAJA – Masih Ingat tokoh Walid pada serial ‘Bidaah’ asal Malaysia, dimana ia digambarkan seorang  pemimpin agama suatu padepokan yang ternyata seorang predator seksual dengan dalih pengajaran.

Baru-baru ini, kasus di dunia nyata yang mirip kisah si bejat Walid terjadi di sebuah pondok pesantren di Kangean

Kasus kekerasan seksual kembali mencoreng dunia pendidikan pesantren di Indonesia.

Moh Sahnan (51), seorang pengurus sekaligus pimpinan salah satu pondok pesantren di Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura, resmi ditahan oleh Satreskrim Polres Sumenep atas dugaan pemerkosaan terhadap 10 santriwati.

Penahanan dilakukan usai Sahnan sempat melarikan diri dan akhirnya ditangkap di Situbondo.

Pelaksana Tugas Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, dalam keterangan tertulis pada Rabu (11/6/2025) menyatakan bahwa tersangka saat ini telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.

“Tersangka ditangkap di Desa Kesambi Rampak, Kecamatan Kapongan, Situbondo pada Selasa (10/6). Ia berusaha melarikan diri dari Sumenep setelah kasus ini terungkap,” ujar Widiarti.

Kasus ini terkuak setelah adanya laporan polisi dengan nomor LP/B/28/VI/2025/SPKT/POLSEK KANGEAN/POLRES SUMENEP/POLDA JAWA TIMUR, tertanggal 3 Juni 2025.

Dalam laporan tersebut, seorang santriwati berinisial F mengaku telah menjadi korban rudapaksa oleh pelaku sejak tahun 2021.

Modus yang digunakan Sahnan tergolong manipulatif.

Ia meminta F untuk mengambil air dingin dan membawanya ke kamar pribadi, yang ternyata dijadikan lokasi pelaku melancarkan tindakan bejatnya.

Karena posisi Sahnan sebagai pengasuh pondok pesantren, korban merasa takut dan tak berdaya. Usai melakukan pemerkosaan, pelaku juga mengancam F agar tidak memberitahukan kejadian tersebut kepada siapa pun.

Ironisnya, hanya lima hari setelah kejadian pertama, Sahnan kembali melakukan perbuatan serupa dengan modus yang sama.

Fakta mencengangkan terungkap ketika tim PPA dan Resmob Polres Sumenep melakukan penyelidikan lebih lanjut dan menemukan bahwa F bukan satu-satunya korban.

Halaman:

Tags

Terkini