"Nawaitu shauma ‘Arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ."
Artinya: "Saya niat puasa Arafah, sunnah karena Allah Ta’ala."
Jika seseorang lupa berniat di malam hari, ia masih bisa berniat di pagi hari asalkan belum makan, minum, atau melakukan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak Subuh.
Puasa Arafah bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kesabaran, menguatkan ketakwaan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Baca Juga: Istana Perbolehkan Wamen Rangkap Jabatan: Antara Etika Kepatutan dan Legitimasi
Ini adalah momen refleksi dan introspeksi diri, mensyukuri nikmat Allah dan memohon ampunan atas segala kekhilafan.
Oleh karena itu, jangan lewatkan kesempatan berharga ini untuk meraih pahala dan ampunan yang besar menjelang Idul Adha 2025.***