“Kita memiliki semangat dan nilai kemanusiaan yang sama, seperti toleransi dan penghormatan terhadap keragaman budaya dan agama,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa persahabatan yang disertai kolaborasi nyata dapat membuka jalan menuju kehidupan yang damai dan harmonis.
“Kami percaya, dengan persahabatan dan kekeluargaan, kita bisa menuju masa depan yang lebih baik,” tutupnya.
Sekilas Sejarah Candi Borobudur
Candi Borobudur adalah salah satu candi Buddha terbesar di dunia yang terletak di Magelang, Jawa Tengah.
Dibangun pada abad ke-8 dan ke-9 oleh Dinasti Syailendra, candi ini merupakan perpaduan luar biasa antara seni arsitektur dan simbolisme spiritual.
Struktur Borobudur menyerupai mandala raksasa yang terdiri dari sembilan tingkat: enam teras persegi dan tiga tingkat melingkar, dihiasi oleh lebih dari 2.600 panel relief dan 504 arca Buddha. Puncaknya adalah stupa utama yang melambangkan pencerahan.
Borobudur sempat terlupakan selama berabad-abad, terkubur oleh abu vulkanik dan tumbuhan.
Pada abad ke-19, candi ini ditemukan kembali oleh Sir Thomas Stamford Raffles, dan upaya restorasi besar dilakukan oleh pemerintah Indonesia dan UNESCO pada abad ke-20.
Pada tahun 1991, Borobudur resmi masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO, dan hingga kini tetap menjadi simbol toleransi, warisan budaya, serta inspirasi bagi umat manusia di seluruh dunia.***