KLIK SAJA - Menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026 yang akan digelar pada bulan Juni mendatang, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta mengambil langkah strategis untuk mengatasi terus menurunnya jumlah peserta didik baru di tingkat Sekolah Dasar (SD).
Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah melakukan regrouping atau penggabungan terhadap 28 sekolah dasar menjadi 13 sekolah induk.
Kepala Disdik Kota Surakarta, Dian Rineta, menyampaikan bahwa langkah ini diambil dengan mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk rendahnya jumlah siswa di beberapa sekolah dan jarak rumah siswa ke sekolah.
“Saat SPMB nanti, nama-nama sekolah yang di-regroup sudah tidak ada lagi di sistem. Yang muncul hanya sekolah induk,” jelasnya.
Tujuan utama dari regrouping ini, lanjut Dian, bukan hanya efisiensi sumber daya, tetapi juga demi keamanan dan kenyamanan siswa.
Dengan memperpendek jarak antara rumah dan sekolah, siswa tidak perlu menyeberangi jalan besar, dan orang tua pun lebih mudah mengawasi.
Namun demikian, keputusan untuk menutup atau menggabungkan sekolah tidak diambil secara gegabah.
Disdik Surakarta melakukan evaluasi setidaknya selama tiga tahun terakhir terhadap perkembangan jumlah siswa.
Sekolah-sekolah yang dinilai tidak menunjukkan pertumbuhan signifikan akan dipertimbangkan untuk ditutup atau digabungkan.
“Kalau masih fluktuatif, kita evaluasi lebih lanjut. Misalnya ada sekolah di Pasar Kliwon yang sempat sepi, tapi setelah direnovasi dan ditata, jumlah siswanya meningkat,” terang Dian.
Berikut ini daftar sekolah yang telah diregrouping beserta sekolah induknya dan daya tampung total pasca penggabungan:
- SDN Joglo (Induk): SDN Sambirejo + SDN Joglo – Daya tampung 472 siswa
- SDN Sekip (Induk): SDN Sekip + SDN Gebang – 300 siswa
- SDN Serengan 2 (Induk): SDN Dawung Tengah + SDN Serengan 2 – 191 siswa
- SDN Gading (Induk): SDN Gading + SDN Carangan – 147 siswa
- SDN Mangkuyudan (Induk): SDN Mangkuyudan + SDN Purwotomo – 301 siswa
- SDN Prawit 1 (Induk): SDN Prawit 2 + SDN Prawit 1 + SDN Nusukan Barat – 350 siswa
- SDN Pajang 1 (Induk): SDN Pajang 1 + SDN Pajang 3 – 311 siswa
- SDN Purwoprajan (Induk): SDN Purwoprajan + SDN Kandangsapi – 321 siswa
- SDN Karangasem 1 (Induk): SDN Karangasem 1 + SDN Karangasem 3 + SDN Soropadan – 480 siswa
- SDN Bratan 2 (Induk): SDN Bratan 2 + SDN Bratan 3 – 277 siswa
- SDN Banyuanyar II (Induk): SDN Sumber 5 + SDN Banyuanyar II – 167 siswa
- SDN Krajan (Induk): SDN Debegan + SDN Krajan – 235 siswa
- SDN Tegalrejo (Induk): SDN Tegalrejo + SDN Pajang 4 – 166 siswa
Dengan langkah regrouping ini, Dinas Pendidikan berharap bisa menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif, efisien, dan strategis bagi perkembangan peserta didik di Kota Surakarta.***