nasional

Anggota DPR Tertangkap Basah Terima 'Amplop Coklat' Saat Rapat Kerja, Berikut Klarifikasinya!

Kamis, 13 Maret 2025 | 11:42 WIB
Ahmad Khaeron, anggota DPR yang terima amplop coklat saat Rapat Kerja (i news)

KLIK SAJA – Publik jagad maya dikejutkan oleh sebuah video viral yang memperlihatkan anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron, sedang menerima sebuah amplop coklat.

Kejadian tersebut terjadi saat Komisi VI DPR mengadakan rapat kerja dengan Pertamina pada Selasa, 11 Maret 2025.

Video yang diunggah oleh akun Instagram @ef_nam ini lantas menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Pada video tersebut, terlihat Herman Khaeron, yang merupakan anggota Fraksi Demokrat, melakukan tanda tangan sebelum menerima amplop coklat dari seseorang.

Video ini memicu berbagai spekulasi dan kecurigaan publik terhadap integritas anggota dewan tersebut.

Klarifikasi Herman Khaeron

Merespons video viral tersebut, Herman Khaeron segera memberikan klarifikasi. Berikut adalah poin-poin penting dari pernyataannya:

  • Herman Khaeron Ultimatum Pengunggah Video

Herman merasa dirugikan dengan narasi yang menyebutkan bahwa ia menerima amplop coklat sebagai bentuk suap.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak menerima amplop tersebut dalam konteks yang tidak wajar. Herman bahkan mengultimatum pengunggah video untuk segera menghapus konten tersebut.

"Saya membacanya geli, karena kemarin memang agak mengkritisi terhadap proxy-proxy. Saya katakan, kalau ada oknum melakukan tindakan-tindakan melanggar hukum dan korup, setuju ditindaklanjuti oleh aparat hukum," ungkap Herman dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan PT Perusahaan Gas Negara dan PT Pertamina Hulu Energi di Komisi VI DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (12/3/2025)

  • Herman Khaeron Lakukan Tanda Tangan SPPD

Herman menjelaskan bahwa amplop coklat yang diterimanya adalah dokumen SPPD (Surat Perintah Perjalanan Dinas) yang seharusnya sudah diambil minggu sebelumnya.

Ia menegaskan bahwa amplop tersebut bukanlah uang atau suap, melainkan dokumen resmi terkait perjalanan dinas.

"Memang ada sekretariat, karena saya belum mengambil SPPD di minggu lalu saya tidak sempat. Karena saya juga pimpinan Badan Akuntabilitas Keuangan Negara yang saya juga harus bertugas di sana," ujar Herman.

  • Herman Khaeron Sayangkan Narasi Fitnah Keji

Herman menyayangkan narasi yang beredar di media sosial yang menyebutnya menerima suap.

Halaman:

Tags

Terkini