Senator RI yang berasal dari Bali itu juga menyatakan kekhawatirannya mengenai kemungkinan terulangnya aksi serupa yang dapat menargetkan warga lokal.
“Bali sedang mengalami situasi yang tidak baik. Jika hal ini bisa terjadi pada WNA Ukraina, bukan tidak mungkin hal serupa akan menimpa WNI,” kata Ni Luh melalui unggahan Instagram @niluhdjelantik pada hari Kamis, 30 Januari 2025.
Ni Luh juga menilai pengusutan kasus perampokan yang meresahkan di Bali ini harus dilakukan secara tuntas oleh kepolisian demi membuat kawasan Pulau Dewata itu menjadi rumah yang aman bagi masyarakat setempat.
"Tindak tegas. Bersih-bersih agar Bali menjadi rumah yang aman bagi seisinya," tandasnya.
Baca Juga: Prabowo Ucapkan Terima Kasih atas Dukungan India untuk Indonesia di Keanggotaan BRICS
Berkaca dari hal ini, terdapat sejumlah kasus serupa yang pernah terjadi di Bali hingga sempat menggemparkan jagat medsos.
WNA Rusia Rampok Mobil dengan Manfaatkan Kemacetan di Gianyar
Pada bulan September 2024, terjadi insiden perampokan yang dilakukan oleh seorang warga negara asing asal Rusia dengan inisial MK (39) di Jalan Raya Goa Gajah, Desa Bedulu, Blahbatu, Gianyar, Bali.
Warga setempat yang menyaksikan peristiwa tersebut langsung melakukan tindakan dengan memukul pelaku secara beramai-ramai sebelum akhirnya pihak kepolisian berhasil mengamankan pelaku.
Baca Juga: Prabowo Tabur Bunga di Makam Mahatma Gandhi: Pemimpin, Guru, dan Inspirasi
Kejadian ini bermula ketika WNA Rusia tersebut berusaha untuk masuk ke dalam sebuah mobil yang terparkir di depan mobil APV. MK mengalami kesulitan untuk membuka pintu mobil tersebut dan kemudian berpindah ke mobil APV, di mana ia berhasil masuk karena sopirnya tidak mengunci kendaraan.
WNA asal Rusia itu langsung menodongkan pisau ke arah sopir, korban pun merasa terancam dan sontak berteriak minta tolong pada warga.
Perampok itu pun telah diamankan di Mapolres Gianyar usai warga berhasil dengan sigap membatalkan aksi perampokan mobil tersebut.
Tiga WNA Merampok Rp30 Juta di Vila Kawasan Badung, Bali
Pada waktu yang berbeda, pihak Bareskrim Polri pernah menangkap tiga warga negara asing (WNA) yang terlibat dalam aksi perampokan terhadap WNA asal Turki dan Georgia di sebuah vila yang terletak di kawasan Badung, Bali, pada Januari 2024.