“Dia adalah anak yang berperilaku baik dan taat kepada orang tua, tidak menunjukkan sifat temperamental,” jelas Ade kepada para wartawan di Kantor Polres Metro Jakarta Selatan pada hari Senin, 2 Desember 2024.
Terkait kecenderungan perilaku itu, Ade memastikan pihaknya telah menunggu laporan pendalaman kasus dari ahli psikologi forensik anak.
"Nanti ahli psikologi forensik anak, dari Apsifor yang akan menyimpulkan sebagai ahlinya," tegasnya.
Kronologi Remaja vs Ayah-Nenek di Jaksel
Dalam kesempatan yang berbeda beberapa hari lalu, Kapolsek Cilandak, Kompol Febriman Sarlase, menjelaskan rincian mengenai kasus pembunuhan seorang remaja yang mengakibatkan kematian ayah dan neneknya di wilayah Cilandak, Jakarta Selatan.
Febriman menyatakan bahwa insiden tersebut terjadi pada Sabtu, 30 November 2024, sekitar pukul 01.00 WIB.
“Pelaku saat ini telah ditangkap oleh pihak kepolisian dan kini berada di Mapolsek Cilandak, Jakarta Selatan,” ungkap Febriman kepada para wartawan di Jakarta pada hari yang sama.
Kapolsek Cilandak itu mengungkap pelaku penusukan merupakan anak dari korban, selain ayah dan nenek yang meninggal dunia, sang ibu juga mengalami luka tusuk.
"Peristiwa pembunuhan yang dilakukan oleh seseorang yang sementara diduga oleh anak dari korban," tegas Febriman.
Baca Juga: Presiden Prabowo Teteskan Air Mata Nyanyikan Hymne Guru Saat Peringatan Hari Guru Nasional
"Korban ada dua yang meninggal dunia, bapaknya dan neneknya. Dua-duanya ada di lantai dasar, untuk ibu sementara sudah kita bawa ke RS Fatmawati dalam keadaan luka berat," pungkasnya.
Hasil Tes Urine Negatif Narkoba
Dalam kesempatan berbeda, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Gogo Galesung menyebut hasil tes urine remaja yang terlibat kasus pembunuhan di Jaksel itu negatif narkoba.
"Tes urine (remaja tersangka pembunuhan) negatif," ujar Gogo usai olah TKP di Jakarta, pada Sabtu, 30 November 2024.