Dari seluruh perbuatan tersebut, DJBC telah melakukan 183 penyidikan pidana dan menetapkan 193 tersangka.
Pada kesempatan yang sama, Sri Mulyani mengumumkan Sinergi yang merupakan bagian dari Biro Anti Penyelundupan mampu melaksanakan 283 operasi pada 4-11 November 2024.
“Ini terjadi hanya dalam waktu seminggu,” kata Sri Mulyani.
Produk utama yang diperdagangkan dalam sinergi antarlembaga ini antara lain sandang, tekstil, mesin elektronik, tembakau, minuman beralkohol, dan narkotika.
Perkiraan nilai barang yang diperdagangkan sebesar Rp 49 miliar, dan potensi kerugian negara yang dihemat sebesar Rp 10,3 miliar.***