Setali tiga uang, dua mahasiswa lainnya, Frank dan Deril, juga merasakan kebahagiaan yang sama.
Mereka sengaja datang dari kota yang lain untuk memberikan sambutan hangat kepada Presiden Prabowo dan merasa begitu spesial karena pertemuan tersebut berlangsung di Beijing, bukan di Tanah Air.
“Pastinya hari ini exciting banget ketemu Pak Prabowo apalagi Pak Prabowo juga baru dilantik kan, juga exciting banget akhirnya kita bisa ketemu Pak Prabowo juga apalagi di Beijing bukan di Indonesia,” ungkap Deril.
Baca Juga: Presiden Prabowo Resmi Buka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul
Keduanya berharap agar di masa pemerintahan Prabowo, hubungan antara Indonesia dan Tiongkok akan semakin kuat.
Mereka juga berharap agar kolaborasi antara kedua negara bisa memberikan manfaat bagi para pelajar Indonesia di Tiongkok, mengingat adalah salah anggota wamen dalam kabinet merah putih adalah profesor yang mengajar di universitas ternama Tiongkok.
“Selamat bekerja keras Pak Prabowo, semoga semua lancar, semua sehat, semoga Indonesia bisa lebih baik,” ungkap Deril.
Jenifer, seorang mahasiswa Tiongkok yang sedang mempelajari bahasa Indonesia, turut hadir untuk menyambut Presiden Prabowo.
Menurut Jenifer, kesempatan tersebut sangat berharga dan penting baginya, mengingat jarangnya momen bertemu langsung dengan Presiden Republik Indonesia.
“Tadi ketemu Presiden sangat senang karena itu pertama kali untuk saya bisa bertemu dengan Presiden Republik Indonesia dan itu bagi saya itu sangat senang, dan sangat jarang kesempatannya jadi saya sangat senang,” ungkapnya dengan antusias.
Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Terima Kunjungan Resmi PM Singapura di Istana Negara
Dalam pertemuannya, Jenifer mengharapkan agar kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok dapat terus berkembang.
Ia pun bercerita bahwa dirinya memilih untuk belajar bahasa Indonesia karena ketertarikannya pada budaya dan pariwisata yang ada di Indonesia.
“Aku sudah pernah pergi ke Indonesia, sangat suka pariwisatanya dan juga orangnya,” jelas Jenifer.
Momen hangat ini menjadi bukti betapa hubungan Indonesia-Tiongkok bukan hanya tercipta di level pemerintahan, tetapi juga di kalangan masyarakat dan mahasiswa dalam berbagai aspek.