Pada akhr sesi, Prof. Waryono mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam gerakan wakaf, sekecil apapun kontribusinya.
Ia pun mencontohkan kesuksesan wakaf pendidikan di Universitas Al-Azhar, Mesir, yang mampu menopang krisis keuangan negara, serta contoh di dalam negeri, di mana wakaf telah menghasilkan fasilitas pendidikan dan kesehatan gratis bagi masyarakat miskin, bahkan sebelum adanya program jaminan kesehatan seperti BPJS.
Sebagai langkah strategis selanjutnya, ia menegaskan bahwa gerakan wakaf ini harus terus digelorakan dan dijalankan.
"Gerakan ini tidak boleh berhenti pada peluncuran saja," tegasnya.
Beberapa inisiatif lainnya, seperti program wakaf untuk calon pengantin dan calon jamaah haji, juga akan terus dipromosikan agar semakin banyak masyarakat yang berkontribusi dalam membangun kesejahteraan bangsa melalui wakaf.***