Berkaitan penempatan tugas, dr. Arief mengungkap situasinya masih sangat fleksibel tapi berdasarkan informasi yang diterima, Tim EMT ke-6 ini akan bertugas di Gaza Tengah, di Rumah Sakit Lapangan Public Aid Hospital.
Dr. Arief juga mengungkapkan saat ini krisis kemanusiaan yang dihadapi jauh lebih berat dibandingkan dengan awal penyerangan tahun lalu.
Ia pun mengingatkan kini krisis yang terjadi tidak hanya menimpa warga Gaza, tapi juga semua pihak termasuk pekerja kemanusiaan di sana dan mungkin saja termasuk relawan MER-C.
Dilaporkan, Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara pun sudah tak bisa berfungsi optimal, karena digempur pihak Israel.
“Bismillah kita berharap kepada Allah agar diberi kemudahan, kekuatan dan upaya yang kita berikan kepada saudara-saudara kita di Gaza ini bisa memberikan arti bahwa kemanusiaan itu masih ada,” tutupnya.
Sebagai tambahan informasi, tiga relawan yang berangkat pada tahap pertama sudah tiba di Jalur Gaza, dan dua relawan lainya tiba di Amman, Yordania, menunggu approval persetujuan dari WHO.***