MER-C Berangkatkan Tim Relawan Medis EMT ke-6 Ke Jalur Gaza, Walau Israel Masih Menggempur Palestina

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Sabtu, 2 November 2024 | 07:55 WIB
Keberangkatan Tim Relawan MER C ke Palestina (MER - C)
Keberangkatan Tim Relawan MER C ke Palestina (MER - C)

KLIK SAJA - Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) kembali memberangkatkan petugas Emergency Medical Team (EMT) ke-6 untuk bertugas di Jalur Gaza, Palestina.

Tim EMT MER-C ke-6 kali ini terdiri dari lima orang relawan yang diberangkatkan dalam dua tahap. Tahap pertama berangkat pada Sabtu (26/10), yaitu Dokter Bedah dr. Faradina Sulistiyani, Sp.B, Dokter Kandungan dr. Regintha Yasmeen, Sp. OG dan satu perawat Nadia Rosi, Amd.Kep.

Dua relawan kemudian berangkat menyusul pada hari Selasa (29/10) yaitu Dokter Bedah dr. Taufiq Nugroho, SpB., FINACS. FICS, dan Perawat Kamal Putra Pratama, AMK.

Keahlian mereka pada bidang medis utamanya dalam operasi bedah memang sangat dibutuhkan para korban luka di jalur Gaza akibat agresi militer Israel dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Juga: Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara Digempur Israel, Relawan Mer-C Dievakuasi ke Gaza Tengah

Dilansir dari laman web Mer-C, Ketua EMT MER-C dr. Arief Rachman, Sp.Rad, saat melepas keberangkatan Tim di Bandara Soekarno-Hatta, di Jakarta, pada Selasa (29/10), berujar situasi di Jalur Gaza selama satu bulan terakhir ini semakin memburuk, karena tidak adanya kepastian upaya kemanusiaan yang bisa diterapkan secara efektif di seluruh Jalur Gaza.

Namun walau demikian MER-C berkomitmen akan tetap konsisten mengirimkan tim medis bagaimanapun caranya.

“Terlepas dari situasi yang berkembang saat ini, MER-C masih konsisten mengirimkan tim medis dalam koridor WHO. Situasi saat ini dengan banyaknya rumah sakit yang terpaksa tidak beroperasi karena keterbatasan dokter, medis dan obat-obatan, kita akan tetap memberikan support, memberikan yang terbaik yang bisa kita berikan,” ungkap dr. Arief.

“Kita berharap dengan adanya tim medis di dalam, maka kita bisa mendorong pasokan obat-obatan dan alat kesehatan karena kita berasumsi di dalam masih ada kebutuhan. Kita tidak bisa bayangkan seandainya kemudian tenaga medis sudah tidak ada maka ketika kita mengirimkan barang-barang dari luar akan dipertanyakan untuk apa pemanfaatannya,” ujarnya.

Baca Juga: PBB: Gaza Utara Memasuki Momen Paling Gelap, Penduduk Jadi Sasaran Tembak Militer Israel

Dr. Arief lebih lanjut berujar, Tim EMT ke-6 ini akan bertugas selama satu bulan.

Namun dari pihak WHO berharap seluruh tim bisa bekerja lebih panjang setidaknya untuk jangka waktu tiga bulan.

Sementara MER-C sendiri masih akan melakukan evaluasi lebih lanjut terkait hal ini. 

“Kalau situasi memungkinkan dan teman-teman sanggup untuk bekerja tiga bulan, kita akan sangat menghargai dan akan kita upayakan agar kemudian teman-teman bisa bekerja di sana dalam situasi yang aman,” ungkapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: MER-C.org

Tags

Rekomendasi

Terkini

X