Pihak kepolisian menjelaskan bahwa para pelaku sering menggunakan modus mengubah atau mewarnai uang kertas secara kimiawi untuk menghindari deteksi oleh otoritas bea cukai di AS.
Metode ini melibatkan penggunaan bahan kimia yang dapat mengubah warna atau tampilan uang, sehingga terlihat seperti uang asli.
Selain itu, para pelaku juga kerap menipu dengan alasan kebutuhan uang tunai lalu menawarkannya untuk menjual kertas itu dengan harga miring.
Dalam banyak kasus, mereka menawarkan “uang” tersebut kepada korban dengan iming-iming keuntungan cepat.
Baca Juga: Apakah Benar Jordi Onsu Mualaf? Ikut Kajian Hingga Hafal Salah Satu Surat Al Quran
Bahkan, para pelaku pemalsuan uang dolar AS itu juga sering mencampurkan uang asli dengan uang hitam untuk meyakinkan korbannya.
Uang hitam adalah istilah yang digunakan untuk menyebut uang palsu yang telah diproses sedemikian rupa agar terlihat lebih meyakinkan.
Para penipu ini biasanya memiliki teknik yang cukup canggih dalam menciptakan uang palsu yang sulit dibedakan dari aslinya.
Mereka juga memanfaatkan teknologi modern seperti printer berkualitas tinggi dan perangkat lunak desain grafis untuk membuat tiruan yang sangat mirip dengan uang asli.
Baca Juga: Loker Freelance Nggak Perlu Ijazah, Laki-laki Prempuan Silahkan Melamar!
Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk selalu waspada dan mengenali ciri-ciri keamanan pada uang kertas agar tidak menjadi korban kejahatan ini.
Polisi Tindak Tegas Pelaku Pemalsuan Uang
Direktur Pelabuhan Wilayah CBP untuk Pelabuhan Wilayah Washington, Marc Calixte menghimbau masyarakat AS untuk waspada terhadap modus pemalsuan uang.
"Masyarakat harus diingatkan bahwa organisasi kriminal yang tidak bermoral terus menjalankan skema keuangan seperti penipuan uang ini (kasus Henry)," ujarnya.
"Kami akan mencegat pelaku kejahatan yang terlibat dalam skema penipuan keuangan," tandasnya.***