Wanita-wanita di pedesaan rentan seringkali dijebak ke dalam surogasi ilegal oleh agen-agen surogasi internasional.
Dalam sebuah kasus baru-baru ini, polisi Kamboja menemukan 24 wanita hamil sedang bersama orang asing di sebuah vila.
Bahkan di antara mereka, terdapat 13 wanita Filipina dituduh menjadi surogasi ilegal setelah direkrut secara online.
Para wanita ini dianggap sebagai pelanggar hukum yang bersekongkol untuk menjual bayi mereka demi keuntungan semata.
Penindakan pun juga terjadi di negara asal orang tua, contohnya Italia yang baru-baru ini melarang praktik surogasi di luar negeri.
Kasus ini menyoroti tekanan ekonomi yang dihadapi oleh banyak wanita Filipina dan Kamboja, dimana mereka rela menghalalkan segala cara untuk dapatkan uang.
Mereka sering kali diberi janji uang besar, karena terdesak kebutuhan ekonomi, mereka pun rela mengambil risiko perdagangan manusia ilegal.
Kurangnya peluang kerja di negaranya dan serta perlindungan sosial yang memadai di Filipina membuat mereka menerima tawaran ini meskipun penuh risiko di negara Kamboja.
Kebanyakan dari mereka tidak benar-benar memahami kontrak surogasi yang mereka tanda tangani, sehingga sangat rentan akan penipuan dan mengarah pada praktik perdagangan manusia.
Pemerintah Kamboja menganggap surogasi sebagai bentuk perdagangan manusia dan akan menindak tegas.
Walau demikian, agen-agen surogasi masih beroperasi secara sembunyi-sembunyi di negara tersebut, bahkan menjadi pusat praktik surogasi internasional.
Apa itu Surogasi
Surogasi atau ibu pengganti adalah metode kehamilan di mana seorang wanita menyetujui untuk menjalani kehamilan bagi pasangan lain.