Pandeglang, Klik Saja - Kasus Kredit Fiktif di Bank BJB cabang Labuan Pandeglang dibongkar pihak kepolisian dan dua pelaku ditangkap.
Sementara itu status dari pimpinan cabang BJB Cabang Labuhan aman tidak disebutkan dalam rilis pihak kepolisian.
Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank Bjb Widi Hartoto saat dikonfirmasi pada Jumat 17/5 terkait pimpinan BJB yang begitu mudah mengeluarkan pinjaman hingga tertipu belum menjawab pertanyaan dari redaksi.
Baca Juga: Gelaran Konfercab XII PC PMII Bangka Tidak Sah? Begini Pandangan dari Odi Orkani Selaku Ketua Cabang
Sebelumnya Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim Polres Pandeglang berhasil mengamankan dua pelaku berinisial TN (55) dan IK (44) terkait kasus kredit fiktif modal usaha di salah satu bank BJB di Pandeglang.
Bahkan dari pihak kepolisian untuk saat ini masih mendalami kemungkinan keterlibatan pelaku lain dalam kasus kredit fiktif Bank BJB tersebut.
Lantas hal ini, Kanit Tipikor Satreskrim Polres Pandeglang mengungkapkan setidaknya telah menahan dua pelaku terduga kasus kredit fiktif tersebut.
"Kami saat ini masih mengamankan dua pelaku yang diduga terlibat, tetapi tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lainnya," ungkap Kanit Tipidkor Satreskrim Polres Pandeglang, Ipda Jefri Martahi, di Mapolres Pandeglang pada Selasa, 14 Mei 2024.
Baca Juga: Hari Pertama Pelaksanaan UTBK Gelombang I SNBT Universitas Bangka Belitung Berjalan Lancar
Ipda Jefri menjelaskan bahwa pengajuan kredit modal usaha oleh TN didasari oleh hubungan pertemanan yang cukup lama dengan pimpinan cabang bank BJB di Labuan, Banten.
Dari informasi yang telah diperoleh pelaku terduga kasus tersebut yakni TN dan pimpinan bank tersebut diketahui sudah berteman baik sebelum pengajuan kredit dilakukan.
"Diduga pimpinan cabang saat itu memiliki hubungan emosional dengan TN, sehingga ketika TN mengajukan pinjaman, permohonannya langsung diterima. Mungkin ada faktor kedekatan pribadi sebelumnya," kata Jefri.
Baca Juga: Akhir April Ini! Bahas Dua Agenda Sekaligus dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bangka Belitung
Dalam menjalankan aksinya, TN mengajukan kredit usaha melalui lima perusahaan yang dibuat atas namanya sendiri.