Nasional, Klik Saja - Pasangan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 2 Mahfud MD menyebut ada beberapa perguruan tinggi yang diminta untuk membuat video statement apresiasi kinerja Jokowi selama menjadi Presiden RI.
Hal tersebut disampaikan mahfud melalui cuitan akun X miliknya @mohmahfudmd. Ia menilai hal tersebut dilakukan buntut dari viralnya petisi yang dilakukan oleh beberapa perguruan tinggi terkaait adanya pelanggaran etik.
"Stlh sahut-sahutan puluhan perguruan tinggi mengeluarkan petisi krn pelanggaran etik dan ketidaknetralan aparat pemerintah dlm berdemokrasi (pemilu), muncul gerakan. Beberapa rektor di perguruan tinggi lain didekati agar membuat statement (ada yg langsung direkam oleh petugas)", tulis Mahfud dalam cuitan akun X miliknya.
Baca Juga: Raphael Varane Dikabarkan Akan Tinggalkan MU Musim Panas Mendatang, Ini Klub Baru Varane!
Adapun template dari statement yang harus dibuat oleh beberapa rektor perguruan tinggi ialah sebagai berikut.
- Mengapresiasi kepemimpinan Pak Jokowi spt dlm menangani covid-19;
- Pemilu 2024 berjalan baik;
- Sekelompok orang tak bisa memaksakan kehendak kpd rakyat
Mahfud menjelaskan ada beberapa rektor yang mengiyakan perintah tersebut. Akan tetapi, tidak sedikit juga yang menolak hal tersebut.
"Ada rektor-rektor yg langsung diminta membuat video template text yg sdh disiapkan lalu diviralkan, ada jg rektor yg tak mau melakukannya dan menolak terang2an", tambah Mahfud.
Diakhir cuitannya, Ia mengajak semuanya untuk membangun demokrasi Indonesia yang bermartabat. Kalimat tersebut seolah menanggapi kejadian-kejadian yang ia tuliskan sebelumnya.
Cuitan tersebut juga di unggah ulang oleh Ganjar Pranowo yang merupakan pasangan calon presiden Mahfud MD.
"Setuju Prof. Mari bangun Indonesia ini dgn demokrasi yang bermartabat", tulis Ganjar.