Rieke Diah Pitaloka Bicara Kasus Winda Lorenza Gowasa, Minta Autopsi, Balistik, GSR, DNA hingga Rekonstruksi TKP

photo author
- Minggu, 9 Agustus 2026 | 17:15 WIB
Rieke Diah Pitaloka Bicara Kasus Winda Lorenza Gowasa, Minta Autopsi, Balistik, GSR, DNA hingga Rekonstruksi TKP (Rieke Diah Pitaloka komentar kasus kematian Winda Lorenza Gowasa yang tengah jadi sorotan publik. (Instagram/justiceforwindalorenza2 - riekediahp))
Rieke Diah Pitaloka Bicara Kasus Winda Lorenza Gowasa, Minta Autopsi, Balistik, GSR, DNA hingga Rekonstruksi TKP (Rieke Diah Pitaloka komentar kasus kematian Winda Lorenza Gowasa yang tengah jadi sorotan publik. (Instagram/justiceforwindalorenza2 - riekediahp))

Rieke mengingatkan agar proses hukum tetap berjalan tanpa perlakuan khusus terhadap pihak tertentu.

“Proses penyidikan harus menjunjung tinggi kesamaan kedudukan di dalam hukum sebagaimana diamanatkan konstitusi Pasal 27 Ayat 1, tidak boleh ada konflik kepentingan, perlakuan istimewa, atau intervensi yang dapat mengurangi independensi penyidikan,” sambungnya.

Ia berharap proses penyidikan dapat dilakukan secara independen sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Semua Kemungkinan Penyebab Kematian Diminta Diperiksa

Rieke menilai penyelidikan tidak seharusnya hanya berfokus pada satu kemungkinan penyebab kematian Winda.

Baca Juga: Kronologi Kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta 7 Agustus 2026, Api Diduga Berawal dari Lantai 11 Saat Renovasi

Berbagai bukti yang ditemukan di lokasi kejadian dan hasil pemeriksaan terhadap korban perlu dibandingkan satu sama lain.

Pemeriksaan saksi juga dinilai penting untuk mengetahui rangkaian kejadian sebelum Winda ditemukan meninggal.

Selain itu, rekonstruksi tempat kejadian perkara dan pemeriksaan bukti elektronik dapat membantu memperjelas kronologi.

Pendekatan tersebut diperlukan agar setiap kemungkinan dapat diuji secara objektif berdasarkan bukti.

Dengan demikian, kesimpulan akhir mengenai penyebab kematian tidak hanya didasarkan pada satu hipotesis.

Rieke Soroti Kepercayaan Publik terhadap Polri

Kasus kematian Winda juga dinilai memiliki dampak terhadap kepercayaan masyarakat kepada institusi kepolisian.

Rieke mengatakan penanganan perkara harus dilakukan secara profesional karena kasus tersebut melibatkan anggota polisi.

Ia menilai transparansi menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap proses hukum.

“Dalam kasus ini, apabila penyidik menemukan unsur tindak pidana, Ditres PPA-PPO harus memastikan proses penanganan sesuai,” tambahnya.

Menurutnya, setiap temuan dalam penyelidikan harus ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X