Respons Gus Miftah Soal Dugaan Aliran Dana Rp100 Juta Kasus Korupsi Jalur Ganda Solo-Semarang, Siap Kembalikan Jika Terbukti

photo author
- Senin, 20 Juli 2026 | 23:04 WIB
Respons Gus Miftah Soal Dugaan Aliran Dana Rp100 Juta Kasus Korupsi Jalur Ganda Solo-Semarang, Siap Kembalikan Jika Terbukti (Gus Miftah meluruskan isu terima uang Rp100 juta di proyek JGSS saat ditanya salah satu jemaah Harlah Ponpes Ora Aji. (Dok. Istimewa))
Respons Gus Miftah Soal Dugaan Aliran Dana Rp100 Juta Kasus Korupsi Jalur Ganda Solo-Semarang, Siap Kembalikan Jika Terbukti (Gus Miftah meluruskan isu terima uang Rp100 juta di proyek JGSS saat ditanya salah satu jemaah Harlah Ponpes Ora Aji. (Dok. Istimewa))

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki hubungan maupun mengenal mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek DJKA tersebut.

Bahkan, ia sempat memastikan kepada orang-orang di sekitarnya apakah pernah ada tamu dengan nama itu.

"Aku pikir namanya siapa terpidana itu, Dheky Martin, saya tanya, ‘Bun, ada tamu namanya Dheky Martin nggak? Nggak tau Bah,’” ungkap Gus Miftah.

“Makanya sekarang begini, kejadian tahun 2022, dengan yang bersangkutan saya tidak kenal. Dan kalau saat itu saya dikasih uang Rp100 juta dalam kapasitas sebagai apa? Saya rakyat biasa, hanya pendakwah,” tambahnya lagi.

Penegasan tersebut disampaikan untuk menjelaskan bahwa ia merasa tidak memiliki keterkaitan dengan perkara yang sedang disidangkan.

Siap Mengembalikan Uang Jika Memang Pernah Diterima

Meski membantah pernah menerima aliran dana tersebut, Gus Miftah menyatakan siap mengembalikan uang apabila di kemudian hari terbukti pernah menerimanya tanpa ia ingat.

Baca Juga: Panduan Naik KRL Palur – Solo Balapan – Klaten – Brambanan – Yogyakarta Peeiode 21–31 Juli 2026: Tarif, Jadwal Pulang Pergi dan Cara Naik

Menurutnya, kemungkinan itu hanya bisa terjadi jika pernah diundang sebagai penceramah atau narasumber.

Namun, ia tetap menegaskan bahwa hingga saat ini dirinya tidak merasa pernah menerima uang dimaksud.

“Kalau seandainya yang bersangkutan pernah mengundang saya ngaji atau narasumber atau mungkin pernah datang sopan ke pondok, seandainya saya lupa dengan itu, maka hari ini saya Rp100 juta pun saya kembalikan,” tegasnya.

Ia kembali menegaskan, “Seingat saya, saya tidak kenal namanya Dheky Martin dan saya nggak tahu saya pernah dikasih, seingat saya, saya tidak menerima apapun.”

Sikap tersebut, menurutnya, merupakan bentuk tanggung jawab jika memang ada kekeliruan yang tidak disadarinya.

Tak Ingin Uang Haram Bercampur dengan Keluarga dan Jemaah

Di akhir penjelasannya, Gus Miftah menegaskan alasan mengapa dirinya bersedia mengembalikan uang apabila memang terbukti pernah diterima.

Ia mengatakan tidak ingin ada harta yang berasal dari sumber yang tidak benar masuk ke dalam kehidupannya.

Baginya, persoalan tersebut bukan hanya menyangkut dirinya pribadi, tetapi juga keluarga dan para jemaah yang selama ini bersamanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X