Inside the Digital Ecosystem, Webinar Promedia Group Ungkap Cara Membuat Konten Sesuai Karakter Platform Media Sosial

photo author
- Jumat, 17 Juli 2026 | 18:12 WIB
Inside the Digital Ecosystem, Webinar Promedia Group Ungkap Cara Membuat Konten Sesuai Karakter Platform Media Sosial (Webinar ‘Inside the Digital Ecosystem: Membedah Platform dan Pola Kerja Kreator Profesional’ oleh Promedia Group. (Dok. Promedia))
Inside the Digital Ecosystem, Webinar Promedia Group Ungkap Cara Membuat Konten Sesuai Karakter Platform Media Sosial (Webinar ‘Inside the Digital Ecosystem: Membedah Platform dan Pola Kerja Kreator Profesional’ oleh Promedia Group. (Dok. Promedia))

“Terus mencari topik yang trending, mengubah ide untuk menjadi materi konten justru bisa membuat burnout atau kelelahan, padahal dituntut untuk konsisten. Sehingga, konten kreator juga perlu memahami platform media sosial,” lanjutnya.

Setiap Platform Membutuhkan Bentuk Konten Berbeda

Agil menjelaskan bahwa media sosial kini berkembang menjadi sarana membangun audiens sekaligus membuka peluang pemasukan bagi kreator.

Karena itu, bentuk konten yang diunggah perlu menyesuaikan kebiasaan pengguna di masing-masing platform. X dan Threads, misalnya, lebih cocok digunakan untuk utas yang memancing diskusi.

Video Reels Instagram juga dapat diunggah ke TikTok dengan penyesuaian caption, sedangkan video panjang YouTube bisa diolah menjadi YouTube Shorts.

Sementara itu, Facebook memiliki karakter pengguna yang berbeda dengan dominasi komunitas tertentu, storytelling yang kuat, serta kemudahan membagikan tautan.

Fokus pada Satu Platform atau Mengembangkan Banyak Platform

Menurut Agil, kreator memiliki kebebasan untuk memilih fokus pada satu platform atau mengembangkan banyak media sosial sekaligus.

Baca Juga: 5 Hal Menarik LRT Jakarta Pegangsaan Dua-Manggarai, Siap Jadi Simpul Baru Transportasi Publik

Masing-masing pilihan memiliki kelebihan dan tantangannya sendiri.

Mengelola satu platform dinilai lebih sederhana dan tidak terlalu menguras tenaga.

Sebaliknya, mengembangkan banyak platform membutuhkan penyesuaian format konten yang lebih kompleks.

“Fokus pada satu platform itu lebih simpel dan tidak membuat capek, tapi di sisi lain, ada kesempatan di platform lain yang ditinggalkan. Sedangkan jika mencoba banyak platform, lebih banyak makan tenaga dan waktu karena harus memikirkan ulang tipe-tipe konten sesuai platformnya,” lanjut Agil.

Website Tetap Memiliki Peran Penting di Era Media Sosial

Selain media sosial, webinar juga membahas karakter website yang berbeda dibanding platform digital lainnya.

Agil menjelaskan bahwa website umumnya berisi artikel panjang yang dicari pengguna ketika membutuhkan informasi tertentu.

Konten di website juga memiliki umur yang lebih panjang karena dapat terus ditemukan melalui mesin pencari.

Ia menilai website memberikan kendali lebih besar terhadap identitas dan aset digital dibanding media sosial.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X