Festival Bambu di Karangasem Bali Jadi Sorotan, Usung Konsep Jagath Karana dan Pariwisata Berkelanjutan

photo author
- Kamis, 28 Mei 2026 | 04:10 WIB
Festival Bambu di Karangasem Bali Jadi Sorotan, Usung Konsep Jagath Karana dan Pariwisata Berkelanjutan (Dok.istimewa)
Festival Bambu di Karangasem Bali Jadi Sorotan, Usung Konsep Jagath Karana dan Pariwisata Berkelanjutan (Dok.istimewa)

Dari sisi ekonomi, bambu kini berkembang menjadi komoditas ekspor sekaligus material utama pengembangan eco-tourism.

Hadirkan Bamboo Talk hingga Bamboo Movement

Selama tiga hari pelaksanaan, Samsara Bamboo Festival 2026 menghadirkan berbagai kegiatan berbasis literasi dan partisipasi masyarakat dengan melibatkan unsur pentahelix, mulai dari akademisi, komunitas, pemerintah, pelaku bisnis, hingga media.

Salah satu program utama adalah Bamboo Talk yang menghadirkan talkshow seputar nilai lokal serta fungsi bambu dalam kehidupan modern.

Selain itu ada Bamboo Stage yang menampilkan pertunjukan seni berbasis literasi bambu oleh para seniman lokal.

Festival ini juga menghadirkan Bamboo Show berupa pameran dan lomba instalasi bambu dari banjar maupun desa adat yang merepresentasikan konsep Sad Kertih.

Sementara Bamboo Market menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati kuliner tradisional dan produk kerajinan berbahan bambu.

Tidak hanya berfokus pada hiburan, festival ini juga menghadirkan Bamboo Movement berupa aksi penanaman pohon bambu sebagai bentuk nyata pelestarian lingkungan.

Baca Juga: Daftar Kereta Tambahan Libur Idul Adha Periode 29 Mei– 10 Juni 2026, Rute Favorit Penumpang Sudah Dibuka

Dorong Regulasi Pelestarian Alam Berbasis Komunitas

Melalui sinergi bersama Yayasan Bambu Lingkungan Lestari, pihak Samsara Living Museum berharap festival ini mampu melahirkan formulasi regulasi yang lebih berpihak pada pelestarian lingkungan dan budaya lokal.

Samsara Living Museum sendiri merupakan mitra strategis Indonesia Creative Cities Network dalam pengembangan ekosistem budaya berbasis komunitas.

Melalui festival ini, penyelenggara juga berharap perhatian dunia terhadap potensi besar bambu Indonesia semakin meningkat.

Selain memperkuat identitas budaya lokal, festival ini diharapkan mampu menjadi contoh pengembangan pariwisata regeneratif yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X