Dalam sesi wawancara bersama media, AHY kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendorong kemandirian industri strategis nasional melalui penguatan produksi dalam negeri, transfer teknologi, dan kerja sama internasional.
“Di mana kita mampu memproduksi sendiri dengan teknologi yang kita miliki, maka itu harus kita lakukan dan kita dahulukan produksi dalam negeri,” tegasnya.
Baca Juga: PELNI Berhasil Dukung Operasional Kapal Pesiar MV Odyssey Selama Berlayar di Perairan Indonesia
Ia juga memberikan apresiasi terhadap pengembangan Kapal Selam Otonomos (KSOT) sebagai salah satu inovasi karya anak bangsa yang menunjukkan kemajuan teknologi maritim Indonesia.
Selain membahas industri maritim, AHY turut menyampaikan perkembangan proyek Giant Sea Wall yang dirancang untuk melindungi kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa dari ancaman penurunan muka tanah dan kenaikan permukaan air laut.
Pemerintah, kata dia, saat ini masih terus menyempurnakan roadmap serta koordinasi lintas wilayah agar proyek strategis tersebut dapat segera direalisasikan.
“Saya sudah menyampaikan dan melaporkan kepada Pak Presiden kita masih mengawal proyek ini di tahun 2026, dan mudah-mudahan pada 2027 pelaksanaannya semakin matang,” pungkasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Menko AHY didampingi Direktur Utama PT PAL Indonesia beserta jajaran direksi, Gubernur Akademi Angkatan Laut Laksamana Muda TNI Sigit Santosa, serta Staf Khusus Menteri Agust Jovan Latuconsina dan Sigit Raditya.***