Viral Video Catcalling di Kereta Garut-Purwakarta, Penumpang Perempuan Mengaku Risih dan Tak Nyaman

photo author
- Minggu, 17 Mei 2026 | 23:06 WIB
Viral Video Catcalling di Kereta Garut-Purwakarta, Penumpang Perempuan Mengaku Risih dan Tak Nyaman (Viral aksi catcalling terjadi di kereta lokal Garut-Purwakarta. (Instagram/maudyphoenix))
Viral Video Catcalling di Kereta Garut-Purwakarta, Penumpang Perempuan Mengaku Risih dan Tak Nyaman (Viral aksi catcalling terjadi di kereta lokal Garut-Purwakarta. (Instagram/maudyphoenix))

Pemilik akun bahkan sempat menegur kelompok pria tersebut karena dianggap sudah keterlaluan.

“Salah satu dari mereka juga bilang, ‘Awas teh ada musang birahi,’ ‘Musang birahi saya jadi bangun’ Kan, aku yang berada di sebelah mereka risih dan sempet ngomong, ‘Nggak sopan banget,’” sambung pemilik akun.

Meski sempat ditegur, situasi di dalam kereta disebut tetap berlangsung tidak nyaman.

Beberapa penumpang lain juga mulai memperhatikan perilaku kelompok pria tersebut.

Ketegangan di dalam gerbong pun semakin terasa.

Dilaporkan ke Petugas hingga Terjadi Keributan

Gerombolan pria tersebut kemudian masuk ke dalam gerbong setelah mendapatkan kursi.

Namun, perbuatan sebelumnya kepada penumpang lain dilaporkan oleh mahasiswa yang menaiki kereta tersebut kepada petugas.

Baca Juga: Menteri UMKM Larang Marketplace Naikkan Biaya Layanan, Seller Shopee dan Tokopedia Dapat Kabar Baik

“Mereka berkata segerombolan laki-laki tersebut catcalling dan berkata tidak senonoh. Satpam dan masinis entah pramugara kereta menegur mereka semua, terjadi kericuhan, ada banyak saksi kejadian termasuk saya,” paparnya.

Situasi sempat memanas setelah petugas melakukan teguran kepada kelompok pria tersebut.

Penumpang lain juga ikut bereaksi karena merasa tindakan tersebut sudah meresahkan. Bahkan disebut ada penumpang yang sampai menampar mulut salah satu pelaku.

Pelaku Diturunkan di Stasiun Kiaracondong

Lebih lanjut, menurut penuturan pengunggah video, para pelaku kemudian diturunkan di Stasiun Kiaracondong untuk diproses lebih lanjut.

“Satpam dan pramugara kereta meminta identitas pelapor, korban dan beberapa saksi, karena jelas korban tidak terima dengan hal tersebut dan meminta mereka untuk diproses lebih lanjut,” tegasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X