Ini menjadi kombinasi antara budaya dan kepedulian lingkungan.
Sekaligus memperkuat identitas Semarang sebagai kota kuliner.
Dorong Kesadaran Lingkungan dan UMKM Lokal
Program ini bukan sekadar gimmick perayaan. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah.
Selain itu, program ini juga mendukung pelaku UMKM, khususnya penjual lumpia.
Baca Juga: Klarifikasi BGN Soal 19.000 Sapi untuk MBG, Ternyata Hanya Pengandaian Perhitungan
Dengan begitu, dampaknya tidak hanya lingkungan tetapi juga ekonomi lokal.
Pemkot ingin membangun budaya ramah lingkungan secara berkelanjutan.
Program ini juga memperkuat citra Semarang sebagai kota inovatif dan kreatif.***
Artikel Terkait
Info Jadwal Kapal KM Sabuk Nusantara 89 Periode 16 – 27 April 2026 Rute Donggala – Samarinda – ToliToli – Tarakan – Ogoamas – Wani
Cek Info Jadwal Kapal KM Sabuk Nusantara 69 Periode 22 – 30 April 2026 Rute Bitung – Para – Petta – Lirung – Kakorotan – Miangas – Tahuna
Info Jadwal Kapal KM Sabuk Nusantara 72 Periode 21 – 29 April 2026 Rute Saumlaki – Teon – Amahai – Ambon – Molu
Info Jadwal Kapal KM Sabuk Nusantara 108 Edisi 22 – 29 April 2026 Rute Kupang – Wini – Mananga – Lewoleba – Balauring – Kalabahi
Viral Video Siswa SMP Sumedang Putus Sekolah Demi Keluarga, Kini Jualan Ayam Goreng di Alun-Alun Tanjungsari