Suhu panas meningkat tajam dalam beberapa waktu terakhir.
Namun di sisi lain, hujan masih turun secara tidak menentu.
Pola ini menunjukkan transisi menuju musim kemarau ekstrem.
Kondisi geografis Semarang yang beragam membuat dampaknya bisa berbeda di tiap wilayah.
Baca Juga: 5 Fakta Makanan Bergizi Gratis di Lampung Tak Dimakan Siswa, Wabup Sebut Mubazir
Hal ini memperbesar potensi risiko jika tidak diantisipasi sejak dini.
Rowosari Jadi Wilayah Paling Rawan
Berdasarkan pemetaan kawasan rawan bencana, wilayah Rowosari menjadi prioritas utama.
Daerah ini mengalami kesulitan akses air bersih karena jaringan PDAM belum menjangkau secara maksimal.
Upaya pengeboran sumur dalam pun tidak berhasil karena justru menghasilkan gas.
Akibatnya, distribusi air tangki menjadi satu-satunya solusi saat kekeringan terjadi.
Kondisi ini membuat Rowosari sangat rentan saat kemarau panjang.
Baca Juga: Kenapa Tambaklorok Dipilih untuk Makan Ikan Gratis HUT Semarang ke-479? Ini Penjelasannya
Pemerintah pun menjadikannya fokus utama penanganan.
Wilayah Lain Juga Mulai Diwaspadai
Artikel Terkait
Rp371 Triliun Aset Negara Diselamatkan Satgas PKH Menurut Prabowo, Hampir Setara 10 Persen APBN
Ratusan Pelari Ikuti Semarang Mountain Race 2026, Trail Run Gunung Ungaran yang Jadi Sorotan
HBP ke-62 Ditjenpas Jateng Gelar Bazar dan Aksi Sosial, Program Kemandirian Warga Binaan
Info Jadwal dan Tiket Kapal KM Dharma Kartika 9 Periode 12 – 20 April 2026 Rute Balikpapan – Parepare PP
Info Jadwal dan Tarif Kapal Dharma Lautan Utama Rute Banjarmasin ke Surabaya Periode 14 – 30 April 2026