Kondisi ruang belajar tersebut jauh dari standar kenyamanan yang ideal bagi siswa sekolah dasar.
Meski begitu, proses belajar tetap berjalan agar siswa tidak tertinggal pelajaran.
4. Bangunan Kelas Berasal dari Swadaya Masyarakat
Bangunan sederhana tersebut diketahui merupakan hasil swadaya masyarakat sekitar sekolah.
Renovasi terakhir dilakukan pada tahun 2016 sehingga kondisi bangunan sudah cukup lama tidak diperbarui.
Keterlibatan masyarakat menunjukkan kepedulian terhadap pendidikan anak-anak di daerah tersebut.
Namun, upaya swadaya tentu memiliki keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan fasilitas pendidikan yang layak.
Perbaikan fasilitas sekolah membutuhkan dukungan yang lebih luas agar kualitas pendidikan meningkat.
Kondisi ini menjadi perhatian banyak pihak yang berharap adanya perbaikan sarana belajar.
5. Siswa Harus Bergantian Menggunakan Ruang Kelas
Jumlah ruang kelas yang terbatas membuat siswa harus bergantian menggunakan ruangan yang tersedia.
Siswa kelas 3 terkadang menunggu hingga kelas lain selesai menggunakan ruang belajar.
Saat cuaca mendukung, kegiatan belajar dilakukan di luar ruangan untuk menghemat penggunaan kelas.
Artikel Terkait
Kronologi Kecelakaan Truk Boks Tabrak Bus Parkir di Mejayan Madiun, Sopir Terjepit 1 Jam hingga Bus Terdorong Hantam Rumah Warga
Fakta Teungku Nyak Sandang Penyumbang Pesawat Seulawah RI-001, Tokoh Aceh yang Wafat di Usia 100 Tahun
Cek Info Jadwal Kapal KM Sabuk Nusantara 111 Periode 11 – 15 April 2026 Rute Kotabaru – Batulicin – Marabatuan – Matasiri – Mamuju
Belanja Negara Naik 31,4 Persen di Triwulan I-2026, NEXT Indonesia Center Sebut Ekonomi Indonesia Tunjukkan Sinyal Positif
Semarang Jadi Tuan Rumah Dialog Nasional MBG 2026, Bahas Keamanan Pangan, Audit Gizi, dan Penguatan Ekonomi Lokal