KLIK SAJA - Pasar properti Jakarta menunjukkan tren positif sejak kuartal terakhir 2025.
Aktivitas korporasi yang terus berkembang dan prioritas penyewa yang berubah menjadi faktor utama pertumbuhan.
Laporan CBRE Indonesia menyoroti bahwa permintaan tetap kuat di sektor perkantoran, industri/logistik, ritel, dan perhotelan, dengan pasokan baru yang terbatas.
Kondisi ini membuat tekanan kompetitif terhadap sewa diperkirakan akan berkurang.
Dengan dukungan data yang jelas, analis menilai Jakarta tetap menjadi pasar yang stabil dan menjanjikan untuk investasi properti jangka menengah.
Permintaan Stabil di Sektor Perkantoran
Judy Sinurat & Albert Dwiyanto, Co-Heads of Office Services CBRE, menyebutkan bahwa sektor perkantoran di kawasan CBD menunjukkan penyerapan yang kuat.
Penyewa berpindah ke gedung berkualitas tinggi, sehingga tingkat okupansi mencapai 76% di CBD dan 74% di non-CBD.
Tren ini diprediksi berlanjut pada 2026 karena ekspansi perusahaan dari sektor manufaktur, energi, teknologi, dan jasa.
Stabilitas okupansi juga mendorong pengelola gedung untuk berinvestasi dalam renovasi dan fasilitas tambahan, meningkatkan daya tarik bagi penyewa potensial.
Aktivitas Industri dan Logistik Tetap Kuat
Ivana Soesilo, Head of Industrial Services CBRE, menyampaikan bahwa permintaan di sektor industri dan logistik tetap tinggi.
Artikel Terkait
Apa Saja Amalan Nisfu Syaban? Ini Ibadah yang Dianjurkan Jelang Ramadhan 2026, Ringan dan Bermakna
Cek Disini! Daftar Tanggal Libur Sekolah Cuti Bersama Selama Ramadan dan Idul Fitri 2026
Rencana Trans Semarang Go Green dengan Bus Listrik: Transformasi Transportasi Ramah Lingkungan di Semarang 2026
Strategi Investasi Saham Asuransi dan Dana Pensiun Fleksibilitas Tinggi Tetap Dikawal Risiko, Catatan Penting dari IFG
Wadirut MIND ID Paparkan Peluang Ekonomi 8%: Dari Cadangan Mineral hingga Diversifikasi Industri