Dalam dialognya, Raffi Ahmad menegaskan bahwa negara perlu hadir secara berkelanjutan.
Menurutnya, penguatan ekosistem jauh lebih penting dibanding sekadar penyelenggaraan event.
Negara harus memastikan tersedianya ruang produksi, jalur pengembangan talenta, akses pasar, serta sistem apresiasi yang berkesinambungan.
Pekerja seni dan pelaku kreatif membutuhkan kepastian ekosistem, bukan momentum sesaat.
Baca Juga: Tips Terbang Jakarta – Balikpapan Januari 2026, Pengalaman Penumpang dan Jam Favorit
Pendekatan ini sejalan dengan visi pembangunan ekonomi kreatif inklusif.
Raffi menegaskan pentingnya mendengar suara dari daerah.
Aspirasi tersebut menjadi fondasi kebijakan yang relevan.
Tantangan Nyata dan Agenda Tindak Lanjut
Forum lintas komunitas ini juga mengungkap berbagai tantangan nyata di lapangan.
Mulai dari keterbatasan ruang berkarya, regenerasi seniman, akses pembiayaan, hingga kebutuhan pendampingan kuratorial dan manajerial.
Dimas Herdy Utomo menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan ekonomi kreatif daerah agar tidak bergantung pada figur tertentu.
Baca Juga: Info Penerbangan Jakarta ke Makassar! Tips Penumpang Cerdas dan Jam Terbang Populer Januari 2026
Sementara Romi Angger Hidayat membagikan pengalaman Cilacap membangun ekosistem FAV dari hulu ke hilir.
Seluruh isu dicatat sebagai bahan tindak lanjut bersama UKP, ICCN, dan Komite Ekonomi Kreatif Jawa Tengah.
Artikel Terkait
Jam Terbang Favorit Surabaya–Jakarta Dipilih agar Aktivitas di Ibu Kota Lebih Efisien
Info Resmi Jadwal Kapal KMP Papuyu Periode 16 – 31 Januari 2026 Rute Banda Aceh – Lamteng - Serapung
Dividen Interim BBRI Cair 15 Januari 2026, Investor Terima Rp20,6 Triliun
Jam Terbang Favorit Jakarta–Bandung Januari 2026, Simak Tips Anti Macet dan Nyaman!
Cek Disini! Jam Terbang Jakarta–Semarang Pagi dan Sore, Rute Favorit Penumpang Januari 2026