- Tarempa (8 Januari 2026 | 03.00–05.00)
- Letung (8 Januari 2026 | 09.00–10.00)
- Kijang (9 Januari 2026 | 00.01–03.00)
- Belinyu (9 Januari 2026 | 19.00–20.00)
Mulai 11 Januari 2026: Rute Lengkap Mondar-mandir
Mulai 11 Januari 2026, KM Bukit Raya resmi menjalani rute lengkapnya secara reguler, yakni Jakarta – Natuna – Surabaya – Natuna – Jakarta.
Jakarta – Natuna
- Berangkat: Minggu, 11 Januari 2026 | 07.00
- Tiba: Rabu, 14 Januari 2026 | 13.00
- Lama perjalanan: 3 hari 6 jam
- Harga tiket: Rp 552.000
Natuna – Surabaya
- Berangkat: Rabu, 14 Januari 2026 | 16.00
- Tiba: Minggu, 18 Januari 2026 | 03.00
- Lama perjalanan: 3 hari 11 jam
- Harga tiket: Rp 495.000
Surabaya – Natuna
- Berangkat: Minggu, 18 Januari 2026 | 07.00
- Tiba: Rabu, 21 Januari 2026 | 14.00
- Lama perjalanan: 3 hari 7 jam
- Harga tiket: Rp 537.500
Natuna – Jakarta
- Berangkat: Rabu, 21 Januari 2026 | 16.00
- Tiba: Minggu, 25 Januari 2026 | 00.01
- Lama perjalanan: 3 hari 8 jam 1 menit
- Harga tiket: Rp 507.000
Dengan jadwal ini, KM Bukit Raya diharapkan sudah kembali sandar di Pelabuhan Tanjung Priok pada 25 Januari 2026.
Catatan Penting bagi Penumpang
- Jadwal pelayaran KM Bukit Raya Januari 2026 dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
- Jadwal masih bisa bertambah hingga akhir bulan, selama kapal tidak menjalani docking atau port stay.
- Penumpang disarankan untuk selalu memantau pembaruan jadwal resmi.
Cara Cek Jadwal dan Beli Tiket KM Bukit Raya
Informasi terbaru dan pembelian tiket dapat dilakukan melalui:
- Website resmi Pelni:
https://pelni.co.id/reservasi-tiket
Tiket juga tersedia melalui aplikasi Pelni, agen resmi, maupun kantor cabang Pelni di kota-kota pelabuhan.
Sepanjang Januari 2026, KM Bukit Raya melayani rute strategis yang menghubungkan Jakarta, Surabaya, Natuna, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.
Baca Juga: Info Penting! Jadwal Kapal Pelni KM Kelud Bulan Januari 2026 Rute Medan – Batam - Jakarta
Jadwal yang padat dan rute yang lengkap menjadikan KM Bukit Raya sebagai sarana transportasi laut penting bagi masyarakat wilayah perbatasan dan Pulau Jawa.***