“Andai yang menebang mau tanggung jawab merelokasinya, karena mereka sudah mengambil keuntungannya sedang musibahnya dirasakan warga,” tuturnya.
Ia menambahkan, “Kalau melihat ini, aku yakin pemerintah akan marah dan mengambil tindakan kepada mereka.”
Pernyataan ini menyoroti sisi sosial dan regulasi dari bencana, bukan hanya soal fisik bangunan yang menahan kayu.
Pesantren dan Harapan Publik
Fenomena pondok pesantren sebagai benteng menginspirasi banyak pihak.
Baca Juga: Info Penting! Jadwal Kapal Pelni KM Sinabung Periode Januari 2026 Rute Babang – Surabaya - Jayapura
Masyarakat dan tokoh publik menyoroti bagaimana pesantren berperan dalam mitigasi bencana secara tak langsung.
Kejadian ini membuka diskusi mengenai peran komunitas, lembaga pendidikan, dan bangunan strategis dalam menghadapi bencana alam.
Bagi Aceh Tamiang, PP Darul Mukhlisin kini menjadi simbol kekuatan lokal yang menyelamatkan nyawa dan aset masyarakat.***
Artikel Terkait
Aksi Loreng di Aceh Timur, Yonif TP 853/BRB Turun Bersih-bersih RSUD hingga Sekolah demi Pemulihan Pascabencana
Jangan Salah Niat! Ini Hukum Puasa Rajab Sekaligus Qadha Ramadhan Menurut Ulama
5.000 Insan BRILiaN Melangkah Bersama, BRI Buktikan Gotong Royong Masih Hidup
Tragedi Tol Krapyak Semarang: Kronologi Lengkap Bus PO Cahaya Trans Terguling, 15 Orang Tewas
Dari Rumah Biru ke Tenda Pengungsian, Cerita Pilu Anak-Anak Sipange Usai Banjir Bandang Menghanyutkan Harapan