“Nah, dan kami hanya diperbolehkan untuk melihat. Jangankan meraba atau memeriksa, menyentuh saja nggak boleh,” imbuhnya.
Menurutnya, kondisi itu membuat pihaknya tak bisa memastikan detail fisik ijazah.
Ia juga menyebut tidak bisa menilai tebal-tipis kertasnya.
Hal ini menjadi dasar bantahannya atas klaim bahwa ia memeriksa langsung.
Baca Juga: Ammar Zoni Ungkap Dirinya Disetrum Oknum Polisi Agar Akui Edarkan Narkoba dalam Rutan Salemba
Pernyataan ini kembali menegaskan posisinya dalam polemik.
Roy Suryo Soroti Kualitas Foto yang Dinilai Terlalu Tajam
Roy Suryo turut mengomentari kualitas foto yang ada di ijazah tersebut.
Ia menyebut bahwa foto itu terlihat terlalu kontras dan tajam untuk ukuran cetakan lama.
“Kalau ijazah, itu harusnya agak tebel dikit. Kita nggak bisa kalau kemudian mengatakan ‘Oh ada embossnya’ memang ada gambar yang seolah-olah agak ada bayangan, tapi sekarang teknologi printing sudah bagus banget,” tambahnya.
Ia lalu melanjutkan dengan pernyataan yang membuatnya terkejut.
“Yang bikin saya kaget, foto terlalu amat sangat kontras, terlalu jelas, detail, sharp, untuk kualitas cetak di tahun 1985. Sekitar 40 tahun lalu,” sambungnya.
Baca Juga: Gelar RUPSLB, BRI Matangkan Tata Kelola dan Siapkan Akselerasi Kinerja 2026
Menurut Roy, usia cetak pas foto seharusnya memengaruhi kualitas visualnya. Ia menilai hal itu patut dicermati lebih lanjut.
Namun ia kembali menegaskan tidak melakukan pemeriksaan langsung.
Artikel Terkait
Bukan Soal Sepak Bola, Aksi Shin Tae-yong Bantu Korban Banjir Sumatera Bikin Haru
Bukan Sekadar Video Viral, Kisah Boat Getek Terbalik di Bireuen dan Satu Korban yang Belum Ditemukan
Insiden Sungai Peusangan Boat Getek Terbalik, Satu Penumpang Belum Ditemukan
Tak Perlu ke Luar Negeri, Bedah Robotik Kini Hadir Lengkap di Siloam Kebon Jeruk
Tak Sekadar Ganti Wajah, Corporate Rebranding BRI Jadi Penegasan Tetap Setia Mendukung UMKM Indonesia