Praktik Sinergi Antar Kementerian, Pemerintah Dorong Pendidikan Sesuai Kebutuhan Tenaga Kerja Dalam dan Luar Negeri

photo author
- Jumat, 7 November 2025 | 08:05 WIB
Praktik Sinergi Antar Kementerian, Pemerintah Dorong Pendidikan Sesuai Kebutuhan Tenaga Kerja Dalam dan Luar Negeri (Dua pejabat pemerintah Indonesia sedang memberikan keterangan pers di depan podium dengan logo Garuda Pancasila. Beberapa mikrofon dari berbagai media terpasang di podium, menandakan bahwa pernyataan mereka sedang disiarkan atau didokumentasikan oleh pers / dok.istimewa)
Praktik Sinergi Antar Kementerian, Pemerintah Dorong Pendidikan Sesuai Kebutuhan Tenaga Kerja Dalam dan Luar Negeri (Dua pejabat pemerintah Indonesia sedang memberikan keterangan pers di depan podium dengan logo Garuda Pancasila. Beberapa mikrofon dari berbagai media terpasang di podium, menandakan bahwa pernyataan mereka sedang disiarkan atau didokumentasikan oleh pers / dok.istimewa)

KLIK SAJA - Pemerintah tengah menyiapkan strategi untuk menyamakan antara pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja.

Langkah ini menjadi arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangka mengentaskan kemiskinan melalui penguatan sektor pendidikan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menjelaskan, inti strategi adalah “matching” antara supply side di sektor pendidikan dan demand side di sektor tenaga kerja, baik di dalam maupun luar negeri.

“Bagaimana kita me-matching-kan antara supply side di sektor pendidikan dengan demand side di sektor tenaga kerja… itu penugasan yang paling utama tadi bagian dari pengentasan kemiskinan,” ujar Pratikno usai rapat terbatas dengan Presiden di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/11).

Pendidikan Vokasi Jadi Kunci

Salah satu upaya utama pemerintah adalah memperkuat pendidikan vokasi.

Baca Juga: Mahfud MD Sebut Polri di Titik Terendah Kepercayaan Publik, Desak Reformasi Total Rekrutmen dan Pengangkatan Kapolri

Dengan ini, lulusan sekolah vokasi maupun universitas lebih siap memenuhi kebutuhan tenaga kerja baik domestik maupun internasional.

Tidak hanya kemampuan teknis, lulusan juga dibekali kemampuan berbahasa dan pemahaman budaya.

“Ini dilakukan secara sinergis, melibatkan banyak kementerian, karena bukan hanya supply side di pendidikan, tapi juga demand side tenaga kerja,” jelas Pratikno.

Pelatihan dan Balai Latihan Kerja

Baca Juga: Mengenal Rama Duwaji, Istri Zohran Mamdani Walikota Muslim Pertama Kota New York: Seniman Berdarah Suriah Anti Zionis

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menambahkan, pendidikan vokasi menjadi strategi utama untuk memutus rantai kemiskinan.

Pemerintah akan memperbanyak pelatihan vokasi dan memanfaatkan balai-balai pelatihan negeri maupun swasta agar alumni SMA dan SMK bisa cepat terserap pasar kerja.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X