“Tanya saja ke Bank Sentral. Itu kan data dari sana. Kemungkinan besar anak buahnya juga ngibulin dia, loh. Karena itu laporan dari perbankan,” ujar Purbaya kepada awak media di Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Selasa, 21 Oktober 2025.
Purbaya juga menyebut dirinya tidak pernah menuding secara langsung Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Ia menjelaskan, data yang ia rujuk adalah data agregat nasional tentang daerah-daerah yang menahan dana APBD di bank.
“Saya enggak pernah sebut data Jabar. Kalau mau periksa, ya periksa saja sendiri di sistem monitoring BI,” tegasnya.
Hingga kini, pernyataan saling bantah antara Dedi dan Purbaya menjadi sorotan di media sosial, dan publik masih menanti pembuktian data dan transparansi ihwal dugaan dana APBD Jabar yang mengendap di bank.***
Artikel Terkait
Sidang Kabinet Paripurna! Presiden Prabowo Beberkan Upaya Menjaring Anak Cerdas dari Golongan Ekonomi Bawah untuk Beasiswa
Kisah Inspiratif Datik Daryanti, UMKM Binaan BRI yang Sukses Menyulap Batik Tangerang Selatan Jadi Busana Stylish
Setahun Prabowo-Gibran: Terobosan Baru Pemerintah Mendirikan Kementerian Haji Berdasarkan Kebutuhan Komunikasi Tingkat Menteri dengan Saudi
Irjen Pol Midi Siswoko dan AM Putut Prabantoro Sepakat Integritas dan Center of Gravity Kepolisian Ada pada Nilai-Nilai Dasar
Kasus Keracunan Massal Bayangi Program MBG, Pemerintah Ambil Tindakan Tegas Menutup 106 Dapur Penyedia Makanan yang Tak Penuhi Standar