Tim independen yang dilibatkan juga beranggotakan ahli kimia, farmasi, hingga chef profesional untuk meninjau aspek kebersihan, bahan baku, dan proses produksi.
Mereka meneliti 70 kasus keracunan yang dilaporkan sepanjang Januari hingga September 2025, yang berdampak pada lebih dari 5.900 penerima program MBG di berbagai wilayah Indonesia.
Nanik menegaskan, investigasi ini bukan hanya mencari kesalahan, tetapi memperbaiki sistem.
“Pendekatan multidisiplin ini penting agar akar masalah dapat diungkap secara menyeluruh,” tukasnya.***
Artikel Terkait
Bukan Lagi Investasi, Akbar Faizal Tegaskan Kereta Cepat Sulit Untung bagi Negara dengan Masa Balik Modal Tiga Dekade
Menembus Angka Sulit 60%: Poltracking Catat Tingkat Kepuasan Publik 57,4% Atas Kinerja Ekonomi Pemerintahan Presiden Prabowo Selama Setahun
Inflasi Jadi Kunci Pertahanan Politik, Menkeu Purbaya Ingatkan Pentingnya Menjaga Daya Beli Masyarakat ala Era Soeharto
17 Siswa Alami Mual dan Muntah, Begini Kronologi Keracunan Makanan di Kantin SMP Negeri 9 Palopo!
19 Saksi Diperiksa Polisi: Timothy Anugerah Saputra Dikenal Cerdas dan Tegas, Mempertanyakan Dugaan Perundungan di UNUD