Di tengah minimnya pengawasan dan lemahnya standar keselamatan, pengelola sering mengabaikan aspek teknis demi mengejar keuntungan semata.
Jejak Kecelakaan Wahana yang Terulang
Usut punya usut, insiden di Ketapang bukanlah yang pertama.
Dalam tiga tahun terakhir, kecelakaan di wahana permainan rakyat terus berulang.
Hal tersebut menunjukkan lemahnya sistem pengawasan dari berbagai pihak. Berikut sejumlah kasus serupa di antaranya:
1. Rapuhnya Wahana di Tulungagung saat Diterpa Angin
Pada awal tahun 2024, sebuah wahana besar bernama Asia Eropa Park di Tulungagung, Jawa Timur, porak poranda diterjang angin kencang.
Peristiwa itu terjadi pada 3 Januari 2024, kala itu, wahana yang hancur memperlihatkan rapuhnya konstruksi yang dibangun dari bahan ringan.
Pihak kepolisian setempat menyebutkan, terpaan angin yang berlangsung singkat itu menghancurkan wahana yang baru berdiri lima bulan itu.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Kendati demikian, hal tersebut menunjukkan faktor cuaca pun bisa menjadi ancaman serius jika pengelola mengabaikan kekuatan konstruksi.
Dalam banyak kasus, izin operasional wahana pasar malam masih diberikan tanpa audit teknis menyeluruh terhadap keamanan struktur.
2. Wahana di Banyuwangi Ambruk saat Libur Natal
Kecelakaan berikutnya terjadi di Banyuwangi Night Amazing, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Jawa Timur, pada 25 Desember 2023.
Artikel Terkait
Upaya Efisiensi dan Penghematan BGN Dapat Apresiasi Langsung dari Presiden Prabowo di Acara Wisuda UKRI
Menguak Narasi Perundungan di Balik Kematian Mahasiswa UNUD Diduga Lompat dari Gedung FISIP
Pemerintah Luncurkan Program Magang Nasional untuk Kurangi Pengangguran dan Perkuat Keterampilan Lulusan Perguruan Tinggi
DPR Harris Turino: Menkeu Purbaya Terapkan Mazhab Kapitalisme Negara, Jauh Berbeda dari Pendekatan Disiplin Pasar Era Sri Mulyani
Dampak Jangka Panjang Pelanggaran Internal Kasus Dakwaan 3 Eks Pejabat Pertamina Penjualan Solar